Mengapa Guru Itu Mahal ?
Oleh:
Edy Siswanto
SMPN 1 Karangrejo
1. Harus mempersiapkan
diri
Sebelum tampil divdepan kelas guru meneliti dan mempersiapkan diri
untuk tampil sebaik mungkin di depan kelas. Bagaikan artis yang akan manggung
untuk memuaskan penontonya.
2.
Guru itu Realita
Asal bunyi untuk mengisi waktu. Terkadang dilakukan karena hanya
untuk mengisi waktu. Mereka harus mempersiapkan diri bagaikan artis yang akan
tampil dalam pertunjukan. Mereka masuk kelas sudah ditunggu para penggemarnya.
Bak artis yang selalu ditunggu kedatangannya dan disayangkan
kepergianyya. Tidak seperti guru jaman dulu yang menerangkan satu jam
penuh tanpa koma dan titik dengan hapalan yang luar biasa. Guru
harus menyampaikan apa adanya tentang ilmu yang dismapaikan. Begitu tidak realistic
atau hanya mengarang maka akan membuat dosa yang berantai. Itulah tanggung
jawab guru untuk memberi ilmu yang pasti dan realistic.
3. Harus praktek
lebih dahulu
Penulis tidak pernah lupa ketika awal jadi guru. Setiap akan
mengajar selalu praktek dulu di rumah, bagaimana penampilan yang akan
ditayangkan pagi harinya. Namun sekarang sudah jarang dilakukannya. Berbeda
dengan guru di Jepang. Mereka selalu berembuk dalam persiapan mengajar dalam
hal metode media dan sarana maupun prasarana untuk menampilkan pembelajaran
yang terbaik. Sebaiknya
harus persiapan sebelum melakukan kegiatan belajar mengajar.
4. Harus rapi
Setiap hari guru itu bertemu dengan anak. Anak butuh panutan. Siapa
yang akan mengukir jiwa raga si-anak tergantung dari lingkungannya. Dapat dari
keluarga, sekolah dan masyarakat. Demikian juga tentang kerapian anak didik. Kerapian
dalam berpakaian akan membuat menarik anak untuk mengikuti pelajarannya. Kerapian
dalam memberikan pelajaran juga akan memudahkan anak menangkap materi
pelajarannya. Kerapian dalam menulis di papan tulis juga akan menjadi daya
tarik anak untuk belajar di rumah.
Rapi tidak hanya dipakaian tetapi rapi dalam menata hati juga
pemikiran akan membantu sekali anak didiknya berbuat sesuai dengan suara hati.
5. Guru itu berpikir positif
Masih banyak guru kita ini begitu melihat kekurangan pada diri
anak selalu memberikan teguran atau peringatan kepada anak didiknya. Bukan sebaliknya
kalau negative diubah menjadi sisi poesitifnya, akan memberikan motivasi anak
untuk berprestasi.
Semua bagian dari tubuh guru itu adalah pelajaran. Dari ujung kaki
sampai ujung rambut akan menjadi model bagi anak didiknya. Tidak hanya yang
dilihat, tetapi dari tingkah laku dan ucapan menjadi pelajaran utnuk ditiru
anaknya.
Semua yang ada pada guru dapat menjadi
model anak untuk berpikir
positif. Jadi aura guru baik dari luar maupun dalamnya membuat anak menjadi bergairah untuk hidup.
6. Harus percaya diri
Percaya diri dibangun dari ilmu yang dimiliki. Ilmunya banyak
disertai dengan kejujuran yang tinggi akan membuat orang itu percaya diri.
7. Harus bersih
Guru itu ditiru. semua gerak langkahnya selalu mendapat perhatian
dari anak didiknya. Guru selalu menjaga kebersihan dirinya. Bahkan guru harus
bersih diri, bersih lingkungannya.
8. Harus Tepat Waktu Bahkan Lebih Dulu
Kedatangan guru di kelas harus on time. Begitu sekali telat akan
menjadi catatan bagi anak bahwa guru itu tidak disiplin. Kecuali guru itu ijin
atau memberi tahu sebelumnya. Suatu saat guru harus masuk terlebih dulu. Dengan
masuk lebih dahulu membuat anak akan semakin lebih disiplin.
Mereka tidak akan memprediksi guru itu telatan.
Guru masuk lebih dulu itupun banyak pembelajaran yang dapat kita
peroleh. Guru mengetahui bagaimana sudah standarkah cara anak didiknya masuk
kelas? Guru dapat menilai sejauh mana anak didiknya dapat ber-Bahasa Indonesia dengan
baik dan benar. Hanya masuk kelas itu saja guru dapat mengetahui etika dan
sopan santun anak didiknya. Apalagi dengan cium tangan juga dapat mencerminkan
anak berbakti dan taat pada orang tua.
9. Harus Menarik
Guru harus tampil menarik. Tidak hanya menarik dalam berpakaian,
tetapi dalam proses pembelajarannya. Sekali tidak menarik akan menjadi beban
bagi guru itu sendiri. Anak didik juga akan menilai bahwa guru itu kurang
persiapan dan akhirnya anak tidak merespon apa yang disamaikan. Satu kali gagal
lama untuk mengembalikan kewibawaan guru tersebut.
Maka guru harus tampil semenarik mungkin untuk membius anak dalam
menangkap pelajarannya.
10. Harus Care Terhadap Lingkungan.
Guru itu peduli lingkungan. Tidak hanya anak didik yang
diperhatikan, namun juga lingkungan sekitarnya. Ketika masuk kelas guru harus
memastikan bahwa ruangan kelas harus rapid an bersih serta mengandung makna
pembelajaran.
11. Harus Care Terhadap Anak
Perhatian terhadap anak akan semakin memberikan kenyamanan pada
anak didiknya. Anak didik akan merasa nyaman ketika guru itu peduli terhadap
anak didiknya.
12. Harus Tahu Karakter Anak
Inilah substansi guru dalam mendidik anaknya. Karena satu dengan
yang lain mempunyai perbedaan sendiri-sendiri. Pekerjaan yang sulit dilakukan
adalah mengetahui karakter anak didiknya. Guru harus mampu membedakan anak
didiknya dengan segala kekurangan dan kelebihannya. Untuk memberikan pelayanan
tambahan bagi anak yang super dan memberikan bantuan bagi anak yang kekurangan.
13. Harus Mengetahui Kelemahan Anak
Dengan mengetahui kelemahan anak didiknya, guru akan memberikan
bantuan atau remidi untuk meningkatkan kualitas anak didiknya.
Selain itu dapat untuk memberi tahukan kepada temannya untuk ikut menjaganya. Kelemahan
tidak semua harus diberitahukan kepada temnnya, ada yang harus menjadi rahasia
si anak untuk menambah percaya diri anak.
14. Harus Tahu Kelebihan Anak
Dalam pembelajaran dikenal pengayaan. Dalam memberikan pengayaan
tentu akan melihat kelebihan anak didiknya. Pengayaan tidak hanya berkutat pada
bidang akademis saja, namun juga bakat yang lainnya. Itulah guru punya
kesibukan menambah anak yang super dan tidak hanya meremidi yang kekurangan.
15. Harus Menilai Anak
Pekerjaan yang pasti dilakukan guru adalah menilai anak didiknya.
Dalam memberikan nilai guru akan mempertimbangkan berbagai unsur dari anak
didiknya. Mulai dari kedisiplinan dan kejujuran dan juga kerjasama serta akademisnya.
16. Harus Melaporkan Nilai Anak
Guru memberikan laporan kepada orang tua. Nilai tidak hanya bentuk
angka di dalam rapor. Bentuk laporan yang dilakukan anak didik dalam kegiatan
sehari-hari baik di rumah maupun di masyarakat, merupakan laporan tak tertulis,
namun itu yang paling berkesan bagi orang tuanya.
17. Harus Memberi Remidi
Guru harus membuka diri untuk memenuhi menolong yang kekurangan. Meremidi
anak didknya yang mengalami kesulitan
belajar, sudah terbiasa dilakukan bakan sampai berulang kali untuk memenuhi SKM.
18. Harus Memberi Pengayaan
Pengayaan untuk anak yang berkelebihan, merupakan bentuk kewajiban
untuk menambah ilmunya. Tujuan
pengayaan adalah untuk memberikan pelajaran tambahan sehingga anak didik tidak
mengalami kebosanan di kelas. Dampak terburuk akan menjadi pengganggu di kelas
untuk mengisi kekosongan.
Jadi guru harus perhatian juga kepada anak yang kecepatan
belajarnya melebihi rata-rata temannya. Disinilah letak kepiawian seorang guru
untuk mengelola anak dan kelas dengan standar yang baik.
19. Harus Merubah Anak
Belajar itu tandanya ada proses perubahan. Berubah menuju
kebaikanm bertambahnyya ilmu, berubahnya tingkah laku anak didik merupakan
tanda-tanda adanya pembelajaran. Guru harus memberi perubahan pada anak untuk
menjadikan sukses di masa depan.
20. Harus Memberikan Rasa Aman
Perasaan nyaman harus ada pada diri anak. Untuk belajar yang
optimal deperlukan lingkungan yang mendukung. Yaitu ruangan dan lingkungan yang
mendukung untuk belajar yang optimal.
Rasa aman ini ditandai dengan kedatangan seorang guru menjadi senang. Nerarti guru
itu pengayom dan pencerah dalam kegelapan.
21. Harus Mempersiapkan Anak Menjadi Sukses
Tugas guru harus menjadikan anak didiknya sukses di dunia.
Keberhasilan anak didik tidak hanya diukur dari nilai sukses bergelimang uang.
Namun juga karakter anak didik yang hebat dengan dibungkus budi pekerti yang
luhur.
22. Menghantarkan Anak Sukses Dunia Dan Akherat
Yang paling berat guru itu adlah mempersiapkan anak didiknya
sukses dunia dan akherat.
"selamat para guru untuk mengukir masa depan anak bangsa"
Comments
Post a Comment