ESEM BUPATI, LIRIK BEKEL, DAN DUPAK KULI


Dunia anak memang banyak sekali perbedaannya. Setiap anak membawa karakter yang berbeda. Hal itu dapat dipengaruhi dari lingkungan keluarga dan lingkungan sekitarnya. Setelah berkumpul di sekolah mereka membentuk kelompok kecil yang sepaham dan cenderung bekarakter sama. Mereka menjadi kelompok-kelompok kecil yang mempunyai kegiatan dan tempat yang sama. Kelompok itu sering bekerja sama dan duduknya pun ada kecenderungan untuk selalu berdekatan. Semisal mereka melakukan sholat jamaah di sekolah, mereka juga berdekatan. Mereka lebih nyaman ketika bersama dengan teman-teman yang sepaham.
Ketika masyarakat kecil itu melakukan aktifitas yang positif, maka teman dan kelompok lain dan bahkan gurunyapun akan memberikan apresiasi yang baik. Apresiasi itu bisa berupa tugas untuk menjadi pembimbingan teman sebaya kelompok lainnya. Mereka akan lebih termotivasi untuk melakukan kegiatan membantu teman. Baik berupa kesulitan belajar maupun mengajak temannya untuk berperilaku yang baik di sekolah.
Dalam menghadapi kelompok di sekolah, para guru akan memberikan pembimbingan yang berbeda pula. Bahkan setiap anak didik  harus mendapatkan perlakuan yang berbeda. Kita mengenal istilah: “Esem Bupati, Lirik bekel dan Dupak Kuli”.  Maksud dari Istilah itu adalah memberikan peringatan atau pembinaan itu harus tahu siapa yang dihadapi. Ketika menghadapi anak atau kelompok yang cerdas cukup hanya denga diesemi atau tersenyum saja sudah cukup, dan mereka sudah tahu maksudnya. Contohnya anak yang tidak memakai sragam lengkap terkadang belum diesemi sudah minta maaf. Tetapi yang bermental kuli mereka harus dibentak untuk menunjukkan kesalahannya. Kuli yang biasa menghadapi adalah Mandor. Bahkan mereka dengan berbagai alasan tidak mau mengakui kesalahannya. 
Itulah macam-macam sifat manusia yang harus berbeda juga dalam menghadapinya. 


Comments

Popular posts from this blog

PTK

Yahudi ..

GEMA Semesta dari GOTA