GURU ITU JUWEH
Oleh:
Drs. Edy Siswanto, M. Pd.
SMPN 1 Karangrejo Magetan
SMPN 1 Karangrejo Magetan
Orang bilang juweh itu adalah
orang yang selalu ngomong terus, bahkan setiap ada sesuatu yang dilihat selalu
dikomentari. Ibaratnya “lambe sak tumang dadi sak merang”. Karena
terlalu banyak ngomong sehingga bibir yang semula tebal bisa menjadi tipis.
Itulah gambaran orang cerewet atau juweh.
Bagaimana dengan guru yang cerewet atau
juweh? Sebaiknya memang guru itu cerewet. Kenapa? Bukan cerewet untuk
menyampaikan sesuatu dalam pembelajaran, namun cerewet dalam memberikan
peringatan terhadap anak didik yang melakukan kesalahan atau melanggar
peraturan. Apabila guru tahu ada anak didik melakukan kesalahan atau melanggar
aturan, si guru harus memberikan perhatian, peringatan, dan kalau perlu diberi
sanksi. Dengan dimikian anak akan selalu mengikuti aturan yang disepakati oleh
guru tersebut juga aturan yang ada di
sekolah.
Saat ini para guru
sedang dilanda kegelisahan yang sangat luar biasa. Dalam lubuk hati yang
terdalam, guru tidak mau anak didiknya tidak pintar dan tidak mempunyai akhlak
mulia yang hebat. Anak yang berakhlak mulia merupakan impian dari semua pihak baik
orang tua, guru, masyarakat serta dunia kerja maupun pemerintah. Semuanya mengharapkan seluruh generasi muda harus mempunyai
karakter dan berakhlak mulia.
Bangsa Indonesia sangat
menginginkan generasi mudanya mempunyai karakter yang hebat untuk melanjutkan
estafet kepemimpinan dari generasi tua. Jika generasi muda ini tidak berkarakter,
negara kita akan menjadi bulan bulanan negara asing. Bahkan saat ini tenaga
asing mulai membanjiri negara kita. Lama kelamaan kita akan dijajah oleh negara
asing dan kita akan menjadi pembantu di rumah sendiri.
Peran guru saat ini
sangat penting untuk mepersiapkan generasi mendatang untuk menjadi pemimpin di
negerinya sendiri. Guru harus juweh alias
cerewet untuk selalu memberikan nasihat kepada anak didiknya agar kelak menjadi
pemimpin bangsa yang berkarakter dan berakhlak mulia.
Comments
Post a Comment