Posts

Showing posts from April, 2019

GURU ITU JUWEH

Oleh: Drs. Edy Siswanto, M. Pd.  SMPN 1 Karangrejo Magetan Orang bilang juweh itu adalah orang yang selalu ngomong terus, bahkan setiap ada sesuatu yang dilihat selalu dikomentari. Ibaratnya “ lambe sak tumang dadi sak merang” . Karena terlalu banyak ngomong sehingga bibir yang semula tebal bisa menjadi tipis. Itulah gambaran orang cerewet atau juweh . Bagaimana dengan guru yang cerewet atau juweh ? Sebaiknya memang guru itu cerewet. Kenapa? Bukan cerewet untuk menyampaikan sesuatu dalam pembelajaran, namun cerewet dalam memberikan peringatan terhadap anak didik yang melakukan kesalahan atau melanggar peraturan. Apabila guru tahu ada anak didik melakukan kesalahan atau melanggar aturan, si guru harus memberikan perhatian, peringatan, dan kalau perlu diberi sanksi. Dengan dimikian anak akan selalu mengikuti aturan yang disepakati oleh guru tersebut juga aturan  yang ada di sekolah. Saat ini para guru sedang dilanda kegelisahan yang sangat luar biasa. Dalam lubuk ...

GURU ITU USTADZ

 Oleh: Drs. Edy Siswanto, M.Pd.  SMPN 1 Karangrejo Ketidak beruntungan yang menimpa sektor pendidikan, dengan alokasi dana yang masih rendah , dengan ditandai pemberian dana BOS yang sangat minim menandakan bangsa kita masih belum bijak, adil, dan nyaman. Hasil pendidikan jaman orde baru dengan hiasan pendekatan militer belum tentu memberikan solusi kenyamanan, namun kenyataannya selama militer berkuasa di bawah orde baru, menghasilkan kondisi sekarang  yang tidak menentu. Pendidikan pun juga mengabaikan aspek moral, akhlak, budi pekerti, seni dan olah raga, serta life skill, sehingga menghasilkan generasi sekarang yang cenderung bangga ketika berbuat tidak baik. Mereka justru bangga akan cerita-cerita yang justru melanggar aturan bahkan mengganggu atau mencelakai orang lain.    Jika nanti kita ingin menikmati hidup dengan kondisi yang aman dan tenteram serta berkecukupan, sekarang waktunya kita harus mengemban dan memperhatikan sektor pendidikan. De...

Mengapa Guru Itu Mahal ?

Oleh:  Edy Siswanto  SMPN 1 Karangrejo 1.      Harus mempersiapkan diri Sebelum tampil divdepan kelas guru meneliti dan mempersiapkan diri untuk tampil sebaik mungkin di depan kelas. Bagaikan artis yang akan manggung untuk memuaskan penontonya. 2.      Guru itu Realita Asal bunyi untuk mengisi waktu. Terkadang dilakukan karena hanya untuk mengisi waktu. Mereka harus mempersiapkan diri bagaikan artis yang akan tampil dalam pertunjukan. Mereka masuk kelas sudah ditunggu para penggemarnya. Bak artis yang selalu ditunggu kedatangannya dan disayangkan kepergianyya. Tidak seperti guru jaman dulu yang menerangkan satu jam penuh tanpa koma dan titik dengan hapalan yang luar biasa.  Guru harus menyampaikan apa adanya tentang ilmu yang dismapaikan. Begitu tidak realistic atau hanya mengarang maka akan membuat dosa yang berantai. Itulah tanggung jawab guru untuk memberi ilmu yang pasti dan realistic. 3. ...

GURU WAJIB MENDENGARKAN PENGAJIAN

Oleh :   Edy Siswanto, SMPN 1 Karangrejo Dalam perkembangan kurikulum di Indonesia yang terasa ada perubahan mendasar adalah Kurikulum 2015 yang dikenal dengan sebutan K 13. Namun belum genap setahun sudah dihentikan oleh menteri kita yang kurang paham dengan dunia anak terutama di dunia pendidikan menengah ke bawah. Dunia anak yang akhir-akhir ini mengalami kemerosotan mental terutama mbandelnya anak didik dalam dunia pergaulan, membuat perubahan kurikulum harus diganti. Terbelenggunya dengan dunia permainan elektronika dan semakin terbentuknya karakter tidak peduli dengan lingkungan semakin dirasakan oleh orang tua dan lingkungan serta di sekolah. Seringnya orang tua mengeluh terhadap kebandelan anak semata wayangnya membuat gelisah para generasi tua. Sehingga sudah benar kalau pemerintah sekarang mempunyai jargon ”revolusi mental. Sementara yang beranggung jawab pada generasi muda saat ini adalah dunia pendidikan. Sedangkan dunia pendidikan yang menjadi tumpuan a...

100 PERSEN DISIPLIN

Dunia ini memang komplit. Ada yang merah dan ada yang putih. Ada yang nakal ada yang baik dan masih banyak lainnya yang selalu berlawanan. Di sekolah pun hukum alam itupun banyak ragamnya. Dari anak yang rajin sampai anak yang bandel sekali. Dari anak yang kecil sampai yang bongsor dan dari yang smart juga yang dedel. Pokoknya unik dan justru perbedaan itu menjadi indah.

PENINGKATAN KUALITAS GURU DI MAGETAN MELALUI LESSON STUDY MENUJU BAROMETER NASIONAL

   Pada prisipnya Lesson Study/Open Class adalah Guru mengajar dilihat orang banyak. Apalagi yang melihat para pejabat, pakar dan masyarakat sertaorang tua, pasti si guru akan tidak tidur semalaman untuk mempersiapkan diri tampil bagaikan artis di panggung.  Proses pembelajaran di negari ini pada umumnya masih banyak dikuasai oleh guru ( teacher-centered) , sehingga peserta didik cenderung pasif. Karena peserta didik hanya mendengarkan   materi yang diberikan guru, maka kondisi proses pembelajaran terasa monoton dan akhirnya membosankan.

Berlomba-lomba dalam kebaikan

# PELAJARAN HIDUP # ~ Seorang Guru memberikan tugas kepada siswanya untuk menuliskan 7 Keajaiban Dunia. Malamnya sang Guru memeriksa tugas itu, Sebagian besar siswa menulis demikian: Tujuh Keajaiban Dunia : 1. Piramida. 2. TajMahal. 3. Tembok Besar Cina. 4. Menara Pisa. 5. Kuil Angkor. 6. Menara Eiffel. 7. Candi Borobudur.

10 TIGKATAN GURU

Ketika alokasi dana pendidikan meningkat sesuai dengan perubahan Undang Undang Dasar yaitu 20%, banyak para profesi lain iri terhadap profesi guru. Penulis menyadari terhadap mereka yang iri terhadap pekerjaan guru yang begitu ringan dalam bekerja. Ketika gaji guru hanya cukup untuk memenuhi standar hidup tidak banyak orang yang meliriknya, namun akhir-akhir ini banyak memandang profesi guru enak dan mudah serta gajinya banyak. Tidak hanya guru, semua pengawai negeri sipil bernasib sama. Untuk menjadi miskin tidak mungkin dan untuk menjadi kaya juga hanya dalam impian. Kaya jadi kenyataan kalau mempunyai penghasilan dari luar atau istilah kerennya bisnis lain diluar pekerjaannya.

ESEM BUPATI, LIRIK BEKEL, DAN DUPAK KULI

Dunia anak memang banyak sekali perbedaannya. Setiap anak membawa karakter yang berbeda. Hal itu dapat dipengaruhi dari lingkungan keluarga dan lingkungan sekitarnya. Setelah berkumpul di sekolah mereka membentuk kelompok kecil yang sepaham dan cenderung bekarakter sama. Mereka menjadi kelompok-kelompok kecil yang mempunyai kegiatan dan tempat yang sama. Kelompok itu sering bekerja sama dan duduknya pun ada kecenderungan untuk selalu berdekatan. Semisal mereka melakukan sholat jamaah di sekolah, mereka juga berdekatan. Mereka lebih nyaman ketika bersama dengan teman-teman yang sepaham.

GURU ITU RAMBU-RAMBU PERATURAN SEKOLAH

Oleh: Drs. Edy Siswanto, M.Pd. Kepala Sekolah SMP 1 Karangrejo Magetan             Anak-anak sekarang suka bermain dan bertindak tanpa pengendalian dari orang-orang di sekitarnya. Demikian juga di sekolah, tidak sedikit anak yang kurang menaati peraturan. Akibat kurangnya perhatian dari guru di sekolah dan mungkin juga orang tua dan lingkungan, maka anak sekarang cenderung tidak mengindahkan perintah orang tua. Dengan fenomena tersebut maka dunia pendidikan harus segera berbenah untuk mengefektivitaskan kinerja guru di sekolah

MIMPI DISTRIK MAGETAN Jadi SEGI TIGA BERLIAN

Image
Perhelatan UNBK telah selesai. Kemarin, Rabu 29 Mei 2019 telah diumumkan kelulusan SMP/MTs serentak di kabupaten Magetan dan kota lainnya. Posisi Magetan masih jauh dari apa yang diharapkan kalau melihat hasil dari kota Surabaya. Magetan tertinggi 391.00, sedangkan Surabaya 396.00. Kalau kita bandingkan dengan tetangga sebelah Kota Madiun tidak jauh amat. Peringkat 2 dari Madiun 391.50 terpaut 50 dibelakang koma, kebetulan anak saya Alhamdulillah. Mari!!! tahun depan kita bekerja keras dan kita geber dengan klinik pendidikan untuk menyabet 10 besar provinsi. Kita punya segi tiga emas. Inilah jago kita untuk mendongkrak di bidang akademis. Berawal dari mimpi akan menjadi kenyataan dikemudian hari. Saat ini segi tiga emas kita belum tergarap secara maksimal. Untuk menjadikan mercusuar bahkan Magetan ngumandang saindenging nuswantoro masih harus kerja keras dan berpikir  out 0f the box . Kapan akan mengumandang menanti tangan-tangan yang kreatif dan ide gila untuk menuju " ...

Menggagas PBKL (Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal) untuk Magetan Tercinta

Perubahan harus dimaulai saat ini. Untuk mewujudkan Magetan Terdepan dalan Arus Pendidikan perlu adanya pusat keunggulan di setiap  sekolah. Seperti: A. Bidang Akademis SMPN 1 Magetan (sekolah akademis) Juara Nasionall/Internasional SMPN 1 Maospati AkademisJuara Nasional/Internasional SMPN 1 Kawedanan Akademis.Juara Nasionall/Internasional B. Bidan Olahraga  SMPN 1 Sidorejo Seni Dan Olah raga SMPN 1 Parang SMPN 2 Parang SMPN 1 Takeran SMPIT dan SMPOT .......... C. Bidang Seni SMPN 2 Kawedanan Seni Dan Olah raga SMPN 1 Nguntoronadi dengan SEkolah Seni Budayanya .... D. Bidang Agama SMPN 1 Karangrejo dengan PONTREN dan Seninya SMPN 3 Magetan .... E, Literasi SMPN 1 Ngariboyo SMPN 4 Magetan F. Adiwiyata SMPN 3 Plaosan  SMPN 1 Poncol, Sekolah ADIWIYATA ... G. UKS SMPN 2 Plaosan  H.   Clean and Green SMPN 1 Bendo Dengan memperhatikan talenta anak didik, maka yang berbakat dan mempunyai kehebatan minimal di t...

Mimpi SMPIT & SMPOT di SMPN 1 Takeran Menuju Barometer Nasional

Image
Magetan Terdepan Untuk mewujudkan Magetan Terdepan dalan Arus Pendidikan sudah saantnya keluar dari zona nyman. Boarding school itu salah satu jawabannya. Selain itu setiap sekolah harus mempunyai keunggulan atau brand  untuk tidak berdarah darah dalam mencari peserta didik. Tahun 2000an peserta didik datang dan bahkan harus besusah payah untuk masuk ke sekolah tertentu. Sekarang justru berbalik para guru berdarah darah mencari peserta didik. Bahkan sampai mbarang (ngamen) di sekolah-sekolah untuk mendapatkan seorang peserta didik. Luar biasa jaman sudah terbalik. Kejayaan SMP jaman itu memang alamiah tanpa persaingan. Peserta didiknya membludak dan  sekolahnya belum banyak, yang akhirnya tidak kemana-mana peserta didik membajiri sekolah kita. Kemudahan membuat kita terlena bahkan tanpa makna. Kondisi itu membuat dunia pendidikan kita tidur pulas dan terlelap lama, akhirnya kita ketinggalan kereta. Pada saat itu pesaing kita kerja keras,membanting tulang untuk ...

Sekolah itu Titipan Anak Cucu

Sekolah adalah penitipan anak cucu bangsa. Kita harus berupaya sekuat tenaga untuk memberikan pelayanan terbaik untuk anak-anak kita. Ingat kita ini dipercaya oleh orang tua, kita dipercaya oleh masyarakat dan negara, maka bersemagatlah untuk memberikal bekal yang terbaik kepada anak didik kita. Mereka butuh keteladanan, kehangatan, ilmu dan ketampilan  serta yang tidak kalah pentingnya adalah penanaman budi pekerti luhur untuk bekal hidup ke depan. Penanaman budi pekerti luhur itulah yang tidak dapat dinilai dengan apapun. Kalau saya boleh ngomong guru itu harus betul-betul super. Manusia pilihan dan tidak sembarang orang dapat mewakilinya. Namun juga bukan malaekat. Malaikat adalah makluk kepastian manusia makluk kemungkinan. Guru itu dapat sabar juga dapat tegas mungkin juga bisa menjadi penyayang dan sebaliknya bissa marah. Berbeda dengan malaikat yang hanya melakukan apa yang diperintahkan oleh Allah SWT. Seandainya kita punya anak sedang sakit, kita pasti pengen menc...

AKU TIDAK PUNYA SIAPA-SIAPA

AKU TIDAK PUNYA SIAPA-SIAPA Aku merasa iba dan kasihan ketika Bapak Bupati bercerita tentang kegagalannya untuk belajar ke luar negeri. Beliau yang mestinya bisa belajar ke luar negeri namun karena tidak punya apa-apa dan siapa-siapa, maka gagallah impian itu. Saat ini aku juga merasakan hal yang serupa. Ketika memetakan tugas ternyata yang punya siapa dan yang punya apa menjadi berbeda. Akhirnya aku putuskan untuk mengadu kepada Allah SWT. Saat ini sekolahku juga kehilangan putra terbaiknya untuk mengabdi sekolah laih. Akhirnya kutangisi perjalanan temanku. Selamat berbakti temanku. Dimanapun bumi anda pijak disitu juga kauangkat langit setinggi tingginya. Ternyata aku juga tidak punya siapa-siapa. Hanya Engkau ya Allah ku pasrahkan semuanya. 

PEMBOCOR SOAL DAPAT NILAI 0 ..... BETULKAH?

Hari ini, berita  head line di Jawa Pos memuat judul “Pembocor Soal Dapat Nilao 0”. Terngiang. ingatanku melayang kembali pada tahun 2006-an. Ketika itu gencar-gencarnya saya mengajak untuk jujur. Dari guru, anak didik, orang tua dan kepala sekolah ayo kita.....jujuuuuuur!!!!!!! Ketika ada sinkronisasi dan koordinasi Kepala sekolah di Malang saya juga mengusulkan " kalau ingin jujur satu satunya adalah soal Ujian Nasional dibuat 20 paket, sehingga tidak ada anak yang curang. Tahun berikutnya ternyata usulan itu dikabulkan. Alangkah senangnya hatiku. Sampai temanku dari Pacitan menghubungi saya "Nda usulmu dikabulne" Tidak hanya berhenti disitu. Jujur butuh keberanian dan menanggung resiko. Suatu ketika ada rapat di Sub Rayon para kepala sepakat membentuk team sukses. Dalam hati pingin walk out, namun karena saya paling muda hanya usul tidak membentuk tim sukses. Usulan saya tidak didengarkan dan saya tidak bisa berkutik apa apa. Namun pada giliran mengirim guru untuk...

MULTY kECERDASAN

Sudah saatnya guru memberikan pilihan pilihan kepada anak didiknya warna kecerdasan multi intelegensi. Guru harus bisa memberikan tambahan atau memberikan pelayanan kepada anak-anak yang berbeda pula. Seandainya anak-anak itu mendapatkan perhatian khusus sesuai dengan kecerdasannya maka alangkah suksesnya anak-anak kita di masa mendatang. Guru kita masih belum dari Zona Nyaman yang hanya menyampaikan ilmu selesailah sudah tugasnya. Itu saja dalam menagih tugasnya jarang memberikan analisa mana yang harus di beri remidi dan pengayaan. Kalau remidi mungkin guru sudah banyak yang melakukan. tetapi yang super jarang diberi pengayaan. Maka disini perlulah Klinik Pendidikan yang disampaikan oleh beliaunya Bapak Dr. Suwoto,SH.M.Si. Sehingga anak yang super akan semakin lari menuju juara di tingkat Nasional maupun Internasional.

Kosong Dapat Berjalan

Hari itu Senin 1 April ada pembinaan dari Bupati Baru Bapak Dr. Drs. Suwoto, SH. M.Si. Pernyataan beliau Bpk. Bupati "tidak ada pimpinan pun bisa berjalan" menjadikan saya kurang sependapat. Kalau pernyataan " lebih baik kosong dari pada diisi kucing-kucing di raupi atau tunggak-tunggak diudengi" . Pernyataan ini sangat luar biasa. Hebat dan perlu dilanjutkan. Karena saya pernah menjadi Pelaksana Tugas sementara, namun dapat merubah mutu sekolah. Bahkan dapat membawa kemana sekolah ini menjadi  Branding ke depan . Ketika saya ditunjuk jadi PLT di SMP 2 Kawedanan dapat membeli tanah 90 Ru, dengan harga sekitar 145 juta. Pada saat itu sedang gencar-gencar dilarang memungut dana dari orang tua anak didik. At,lhamdulillah bisa mewujudkan pembelian tanah tersebut, walaupun dengan susah payah bernegosiasi dengan orang tua tiap kelas.  Selain itu juga dapat membawa sekolah ini menjadi unggulan yang bernuansa olahraga. SMPN 2 . Kawedanan saat itu termasuk sekolah bers...

Usul 20 paket ujian nasional demi kejujuran

Kejujuran sangat langka dalam rapat koordinasi dan sinkronisasi kepala sekolah se Jawa Timur saya mengusulkan 20 paket ujian nasional tujuan kami adalah untuk meningkatkan kejujuran sehingga parameter kualitas pendidikan di Indonesia bisa diketahui dengan 20 paket Ujian Nasional maka tidak ada anak yang bisa tanya kesana kemari dan guru pun tidak bisa menjadi joki Ternyata usulan saya di dikabulkan Alhamdulillah alangkah senangnya karena sekolah kami sebelumnya sudah melakukan kejujuran yang luar biasa Karena banyak yang tidak lulus dan bahkan di Kabupaten Magetan termasuk paling banyak dan bahkan ranking dari 40 lima SMP Ami Nomor 43 kalah dengan swasta itulah risiko dari sebuah kejujuran