SEKELUMIT REKAM JEJAK PENDIDIKAN KITA



MASIH INGATKAH
 ST (Sekolah Teknik), SMEP (Sekolah Menengah Ekonomi Pertama)
SPG, SGO, SMEA SMK, SMSR. dan SMKI

Sekolah jaman itu adalah sekolah yang memanusiakan manusia. Artinya sekolah yang memberikan pelayanan kepada perbedaan individu atau karakteristik anak didik. Standar kompetensi lulusannya diharapkan menjadi anak-anak yang hebat atau profesional.  Anak hebat dibina oleh guru yang hebat. Guru-guru hebat akan menjadikan sekolah hebat. Sedangkan sekolah hebat akan menelorkan anak hebat sesuai dengan bakat dan minat sehingga dapat untuk mencukupi kebutuhan hidup dimasa depannya.

Kita masih ingat anak ST sudah punya keahlian khusus yang tidak dipunyai anak SMEP dan begitu sebaliknya. Itulah substansi pendidikan yang sebenarnya. Mendidik itu proses menumbuh kembangkan kemampuan yang sudah ada pada diri anak. Bukan memaksa anak diolah menjadi barang baru. Mengapa yang hobi olah raga harus dicampur dengan ahli matematika.

Beruntung di negeri ini masih ada sekolah SMSR dan SMANOR di Sidoarjo.  Apakah ini juga harus Zonasi. Apakah yang dekat diperbolehkan masuk sembarangan. Inilah sistim zonasi potensi. Yang berpotensi kumpul untuk mendulang prestasi. Alhamdulillah anak kita dari SMPN 2 Parang diterima di SMNOR Sidoarjo tahun 2019. Dan mohon maaf anak SMPN 1 Karangrejo mengundurkan diri pindah ke SMA Maospati. Kalau kita paksakan sistim zonasi murni akan berdampak beban psykhologi yang luar biasa pada anak.

Dampak psikologi akan menumbuhkan aneka ragam aktivitas yang tidak kita ketahui maksudnya. Ada yang protes, mengganggu teman, sering bertanya, bahkan sampai mbolos karena ketidak nyamanan atau bosan dengan pembelajaran di sekolah. Akhirnya anak dianggap Trouble Maker dan dihukum karena ketidak mampuan kita melayani anak didik kita.  

Ada banyak kisah di dunia pendidikan karena tidak cocok dengan pola pemikiran dan bakatnya dianggap bodoh oleh gurunya. Seperti: Thomas Alva Edison, Albert Einstein, Charle Darwin, Aristotles Onassis dan lainnya. Seperti kisah Thomas Alva Edison yang semasa kecilnya dicap anak ediot ketika masih duduk bangku sekolah dasar. Sebetulnya Thomas itu tidak bodoh, hanya merasa bosan dengan cara belajar di kelas yang hanya disuruh duduk manis mendengarkan gurunya dan disuruh menghapal. Padahal kalau di rumah Thomas selalu belajar dengan bertanya kepada ibunya. Contoh pertanyaan kepada gurunya adalah “mengapa ayam itu berbulu dan manusia tidak? Singkat cerita Thomas yang kata gurunya anak aneh  dan bodoh itu keluar dari sekolah.

Thomas dididik sendiri oleh ibunya. Kegigihan ibunya yang selalu memotivasi sehingga Thomas menjadi sederetan orang terhebat di dunia. Salah satu temuannya adalah lampu pijar yang telah melalui penelitian tidak kurang dari 9.955.

Inilah substansi belajar itu selalu menghargai dan melayani kehebatan orang lain. Tat kala pendidikan kita tidak pernah memperhatikan perbedaan individu atau karakteristik anak didik, mustahil pendidikan di negri ini akan berprestasi.

Mari kita renungkan perjalanan sekolah di negeri ini!!
Ø Masih ingatkah kehebatan lulusan ST, STM, SPG, SGO, SMSR, SMEP menuju SMEA.
Ø Apakah kita kurang yakin pendidik jaman itu? Mengapa diberangus? Apakah Anda tau?
Ø Mengapa RSBI diberangus? Apakah anda tau dibalik konspirasi itu?
Ø Apa makna Sekolah Rujukan?
Ø Apa yang harus dilakukan Sekolah Model dan  Sekolah Imbasnya?
Ø Apa substansi Zonasi? 
Ø Bagaimana dengan sekolah kita yang masih banyak kekurangan murid. Apakah juga mikir Zonasi?

Pertanyaan itu akan menggiring kita untuk menulis apa yang akan terjadi dengan sekolah di negeri ini?  
Masihkah Sekolah Negeri nanti akan menjadi pemimpin di negeri sendiri? 

NB: Semua menteri pingin cari hati. Ada yang dari SR jadi SD. Dari SLTP jadi SMP . Dari SLTA jadi SMU dan SMA. Dari ST jadi STM trus SMK yang membingungkan orang tua. 
Ganti nama juga ganti semuanya. Berapa milyar dikeluarkan untuk mengganti stempel. Mungkin juga trilyunan rupiah untuk mengganti papan nama. 
Coba kita telusurui Kurikulumnya!!!
Semua perubahan boleh namun substansinya pendidikan belum mengena, sehingga masih sulit untuk berubah menuju pendidikan berkualitas. 
Eehh..lupa..TPP itu hebat. ada substansi menuju pendidikan berkualitas, namun butuh waktu lama. biarkan guru tua pensiun dan diganti guru muda yang penuh dengan varisai dan inovasi.

Inilah cuplikan artikel pokok pikiran rekam jejak dunia pendidikan kita. Ayo menulis..menulis..dan menulis...!!!


Mari kita Bermimpi demi “MAGETAN KABUPATEN LITERASI”. 


Terima kasih semuanya 
yang telah memberikan inspirasi untuk menulis 
sambil mengisi liburan yang penuh berkah dan barokhah serta ampunan ini.

"SELAMAT BERPUASA  SAMBIL MENULIS !!!"






Comments

Popular posts from this blog

PTK

Yahudi ..

GEMA Semesta dari GOTA