Cuplikan Khotbah Idul Fitri ke-2
Membangun Kecerdasan Spiritual melalui Puasa di bulan Romadhon
Di Masjid Firdaus Madiun
Membangun
membangun kecerdasan spiritual yaitu membangun kecerdasan yang berkaitan dengan arah dan
tujuan hidup. Hidup yang jelas yaitu bukan semata-mata ingin mendapatkan
jabatan dan materi sebanyak-banyaknya sehingga menggunakan dan menghalalkan
segala macam cara. Akan tetapi juga
kebahagiaan yang bersifat rohaniah yang dilandasi dengan ajaran agama. Perilaku kejujura, keadilan yang ditanamkan
melalui ibadah puasa akan mengantarkan pada pada 5kenikmqtqn hidup yang Haqiqi
dan kecerdasan spiritual yang tinggi.
Setiap
orang akan merasakan bahwa kejujuran, keadila dan amanah adalah sesuatu yang
sangat indah dan nikmat. Hidup akan terasa gersang dan hampa apabila tidak
dibingkai oleh sifat-sifat tersebut. Perilaku
rakus, tamak dan korup pasti akan selalu di jauhkan dalam kamus kehidupan orang
yang memiliki kecerdasan spiritual, karena ia sadar bahwa kerakusan dan
ketamakan akan membawa pada sifat kekafiran. Hal ini sebagaimana dinyatakan
oleh Nabi Shallallahu alaihi wa sallam dalam sabdanya yang diriwayatkan oleh
Imam Tabrani yang artinya “jauhilah oleh kalian sifat tamak rakus karena sesungguhnya
sifat ini adalah kemiskinan yang nyata”
Kecerdasan
spiritual ini akan membawa pada sikap berpikir yang senantiasa membawa ajaran
agama dalam seluruh tatanan kehidupan. Tidak ada dikhotomi dan tidak ada
sekularisasi dalam kehidupannya. Semua harus selaras dengan ketentuan Allah
Subhanahu Wa Ta'ala ketika beraktivitas di masjid, di pasar, di kantor kantor,
di kampus di jalan raya maupun di dalam keluarga. Hal ini sejalan dengan firman
Allah yang artinya “Wahai orang-orang yang beriman masuklah kalian ke dalam
Islam secara menyeluruh dan janganlah kalian mengikuti jalan jalan setan
sesungguhnya setan itu adalah musuh kalian yang sangat nyata” (Quran surah
al-baqarah ayat 208).
Dengan berakhirnya Ramadhan selesai sudah ibadah puasa Ramadan. Puasa yang men training kita dengan sikap jujur disiplin sabar dan amanah memang sudah selesai dengan datangnya bulan Syawal. Tetapi semangat dan nilai-nilainya harus selalu kita bawa dan amalkan di bulan bulan selanjutnya bahkan seumur hidup.
Bersambung...
Bersambung...
Comments
Post a Comment