GAJI UTAMA UNTUK 24 JAM MENGAJAR, TPP UNTUK LINTAS SEKTORAL



Oleh:Edy Siswanto
SMPN 1 Karangrejo Magetan

Dunia pendidikan  kita mulai menjadi perhatian profesi lain. Banyak yang mencibir kinerja guru tak layak untuk ditambahi tunjangan satu kali gaji. Dari segi waktu memang masih banyak yang kurang memenuhi. Sebab sebagian besar guru pulang dari sekolah di bawah jam 14.00.
Banyaknya guru yang sudah terlanjur dipasung dengan kesederhanaan dan longgarnya waktu dimasa lalu, merupakan karakter yang sulit untuk di ajak bekerja keras. Perubahan sekarang yang menuntut guru untuk bekerja lebih dengan pekerjaan tanpa batas merupakan hal baru yang mereka hadapi. Banyak yang masih sulit untuk diajak berubah dengan cepat. Apalagi yang mendekati pensiun.
Terlalu lamanya mereka berpola pikir bahwa jadi guru itu hanya menyampaikan ilmu selesailah sudah, membuat mereka sulit bahwa perilaku, tindakan dan pemikiran serta amaliah mereka harus dicontohkan untuk anak didiknya. Pekerjaan ini membutuhkan keterbukaan yang senantiasa bekerja tanpa batas dari segala lintas kehidupan untuk anak didik kita.
Era reformasi yang saat ini menggelinding di semua lini kehidupan, mestinya gurupun harus berkaca untuk mengikuti perubahan jaman. Dengan digulirkannya TPP guru harus berubah dari yang hanya mengajar sudah bisa ditinggal, untuk sekarang mengajar tanpa batas waktu dan tempat. Dimanapun mereka berdada harus mencerminkan tuntunan dan tontonan untuk dijadikan model anak didik menatap masa depannya.
Seorang guru yang hanya berhenti setelah mengajar atau menyampaikan ilmu, itu cocok untuk mendapatkan gaji pertama. Itupun sudah terlalu banyak untuk ukuran tukang/kuli. Mengapa sepadan tukang atau kuli karena belum menyentuh ke dunia pembentukan akhlaq mulia.
Sedangkan gaji TPP sebut saja gaji ke dua, mereka harus bekerja lintas sektoral yang meliputi perilaku, tindakan dan amalan yang dapat ditiru dan menjadi panutan anak didiknya.
Jadi pertanggung jawaban gaji TPP itulah yang paling berat bagi guru. Mereka bekerja tanpa batas dimanapun berada mereka siap untuk memberi, mencermati, meneliti, mengoreksi, menginspirasi, memotivasi, mengajak, meneladani perilaku kehidupan untuk menggapai cita demi siswa. Guru bagaikan manusia super yang dapat melayani semua kehidupan yang dibutuhkan anak didiknya tidak hanya melenggang di dunia, tetapi juga menjadi ahli sorga.





Comments

Popular posts from this blog

PTK

Yahudi ..

GEMA Semesta dari GOTA