Makna HARDIKNAS
*Makna Hardiknas*
Hari ini, Selasa, 2 Mei 2017 kita memperingati hari pendidikan nasional, *hardiknas*, kebetulan waktunya bertepatan dengan penyelenggaraan UN SMP/MTs.
Melalui teks pidatonya, mendikbud mengungkapkan keterampilan utuh yang dibutuhkan oleh anak-anak Indonesia pada abad 21 mencakup tiga komponen, yaitu *kualitas karakter, kemampuan literasi, dan kompetensi*.
*Kualitas karakter* memiliki dua bagian, yaitu pertama, karakter moral, antara lain nilai2 Pancasila, keimanan, ketakwaan, integritas, kejujuran, keadilan, empati, rasa welas asih, dan sopan santun. Kedua, karakter kinerja, antara lain kerja keras, ulet, tangguh, rasa ingin tahu, inisiatif, gigih, kemampuan beradaptasi, dan kepemimpinan.
*Kemampuan literasi dasar* memungkinkan anak-anak meraih ilmu dan kemampuan yang lebih tinggi serta menerapkannya pada kehidupan hariannya. Bila selama ini berfokus pada literasi baca-tulis dan berhitung, maka selanjutnya perlu pula memperhatikan literasi sains, teknoligi, finansial, dan budaya.
*Komponen kompetensi*, diharapkan anak-anak Indonesia mampu menghadapi masalah-masalah yang kompleks dan tidak terstruktur. Anak-anak membutuhkan kompetensi kemampuan kteativitas, berpikir kritis dan memecahkan masalah.
Perlu ditambahkan, bahwa untuk menyempurnakan ketiga komponen tersebut dapat direalisasikan dalam bentuk *keteladanan*.
Sebagai orang tua, kita dituntut membiasakan anak bersikap dan berakhlak sesuai dengan apa yang diteladani oleh Muhmmad Rassulullah SAW.
*Barang siapa terbiasa dengan sesuatu, maka terbiasalah ia*. Jadi, membiasakan diri sejak dini maka akan selalu terbiasa melakukan apa yang sering dilakukan.
Untuk itu, mebiasakan peserta didik dengan hal-hal yang baik maka hasilnya tidak sebatas di lingkungan sekolah saja, tetapi out-putnya setelah selesai pun masih akan mereka kerjakan sampai mereka selesai sekolah.
Misalnya, jika peserta didik selalu dibiasakan mengucapkan salam tehadap sesama siswa atau kepada Bapak atau Ibu guru di lingkungan sekolah, maka kita telah menanamkan nilai karakter yang baik pada peserta didik, yakni saling menghormati dan menghargai sesama.
Kebiasaan itu akan mereka bawa sampai di luar sekolah, bahkan karena telah terbiasanya, setelah selesaipun akan mereka lakukan hal itu.
*Keteladanan adalah proses pemberian contoh akhlak dan perilaku yang baik dan terpuji dalam kehidupan sehari-hari orang tua, guru, dan para pemimpin negeri ini terhadap anak-anak dan peserta didik*.
Tak ada siswa yang bodoh, hanya belum menemukan guru yang tepat. Tak ada guru yang malas, hanya belum menemukan kepala sekolah yang tepat, dan seterusnya hingga ke Presiden.
Selamat Hardiknas 2017.
*AH*
Hari ini, Selasa, 2 Mei 2017 kita memperingati hari pendidikan nasional, *hardiknas*, kebetulan waktunya bertepatan dengan penyelenggaraan UN SMP/MTs.
Melalui teks pidatonya, mendikbud mengungkapkan keterampilan utuh yang dibutuhkan oleh anak-anak Indonesia pada abad 21 mencakup tiga komponen, yaitu *kualitas karakter, kemampuan literasi, dan kompetensi*.
*Kualitas karakter* memiliki dua bagian, yaitu pertama, karakter moral, antara lain nilai2 Pancasila, keimanan, ketakwaan, integritas, kejujuran, keadilan, empati, rasa welas asih, dan sopan santun. Kedua, karakter kinerja, antara lain kerja keras, ulet, tangguh, rasa ingin tahu, inisiatif, gigih, kemampuan beradaptasi, dan kepemimpinan.
*Kemampuan literasi dasar* memungkinkan anak-anak meraih ilmu dan kemampuan yang lebih tinggi serta menerapkannya pada kehidupan hariannya. Bila selama ini berfokus pada literasi baca-tulis dan berhitung, maka selanjutnya perlu pula memperhatikan literasi sains, teknoligi, finansial, dan budaya.
*Komponen kompetensi*, diharapkan anak-anak Indonesia mampu menghadapi masalah-masalah yang kompleks dan tidak terstruktur. Anak-anak membutuhkan kompetensi kemampuan kteativitas, berpikir kritis dan memecahkan masalah.
Perlu ditambahkan, bahwa untuk menyempurnakan ketiga komponen tersebut dapat direalisasikan dalam bentuk *keteladanan*.
Sebagai orang tua, kita dituntut membiasakan anak bersikap dan berakhlak sesuai dengan apa yang diteladani oleh Muhmmad Rassulullah SAW.
*Barang siapa terbiasa dengan sesuatu, maka terbiasalah ia*. Jadi, membiasakan diri sejak dini maka akan selalu terbiasa melakukan apa yang sering dilakukan.
Untuk itu, mebiasakan peserta didik dengan hal-hal yang baik maka hasilnya tidak sebatas di lingkungan sekolah saja, tetapi out-putnya setelah selesai pun masih akan mereka kerjakan sampai mereka selesai sekolah.
Misalnya, jika peserta didik selalu dibiasakan mengucapkan salam tehadap sesama siswa atau kepada Bapak atau Ibu guru di lingkungan sekolah, maka kita telah menanamkan nilai karakter yang baik pada peserta didik, yakni saling menghormati dan menghargai sesama.
Kebiasaan itu akan mereka bawa sampai di luar sekolah, bahkan karena telah terbiasanya, setelah selesaipun akan mereka lakukan hal itu.
*Keteladanan adalah proses pemberian contoh akhlak dan perilaku yang baik dan terpuji dalam kehidupan sehari-hari orang tua, guru, dan para pemimpin negeri ini terhadap anak-anak dan peserta didik*.
Tak ada siswa yang bodoh, hanya belum menemukan guru yang tepat. Tak ada guru yang malas, hanya belum menemukan kepala sekolah yang tepat, dan seterusnya hingga ke Presiden.
Selamat Hardiknas 2017.
*AH*
Comments
Post a Comment