Dzikir

MA’RIFATUL DZIKRULLAH
(bag.1)

1. Dzikrullah adalah Sunnatullah

Q.S. Al Hasyr ayat 1

سَبَّحَ لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۖ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

Artinya :

“Bertasbih kepada Allah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi dan Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Q.S. Al Jumu’ah ayat 1

يُسَبِّحُ لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ الْعَزِيزِ الْحَكِيمِ

Artinya :

“Senantiasa bertasbih kepada Allah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Q.S. At Taghaabun ayat 1

يُسَبِّحُ لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ الْعَزِيزِ الْحَكِيمِ

Artinya :

“Senantiasa bertasbih kepada Allah apa yang di langit dan apa yang di bumi; hanya Allahlah yang mempunyai semua kerajaan dan semua puji-pujian; dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Q.S. Al Anbiyaa’ ayat 19-20

وَلَهُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ وَمَنْ عِنْدَهُ لَا يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِهِ وَلَا يَسْتَحْسِرُونَ

يُسَبِّحُونَ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ لَا يَفْتُرُونَ

Artinya :

“Dan kepunyaan-Nyalah segala yang di langit dan di bumi. Dan malaikat-malaikat yang di sisi-Nya, mereka tiada mempunyai rasa angkuh untuk menyembah-Nya dan tiada (pula) merasa letih. Mereka selalu bertasbih malam dan siang tiada henti-hentinya

Q.S. Al ‘Israa’ ayat 44

Artinya :

“Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada suatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun.

Q.S. An Nuur ayat 41

تُسَبِّحُ لَهُ السَّمَاوَاتُ السَّبْعُ وَالْأَرْضُ وَمَنْ فِيهِنَّ ۚ وَإِنْ مِنْ شَيْءٍ إِلَّا يُسَبِّحُ بِحَمْدِهِ وَلَٰكِنْ لَا تَفْقَهُونَ تَسْبِيحَهُمْ ۗ إِنَّهُ كَانَ حَلِيمًا غَفُورًا

Artinya :

“Tidakkah kamu tahu bahwasanya Allah: kepada-Nya bertasbih apa yang di langit dan di bumi dan (juga) burung dengan mengembangkan sayapnya. Masing-masing telah mengetahui (cara) sembahyang dan tasbihnya, dan Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.

Q.S. Al Hadid ayat 1

سَبَّحَ لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۖ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

Artinya :

“Semua yang berada di langit dan yang berada di bumi bertasbih kepada Allah (menyatakan kebesaran Allah). Dan Dialah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Q.S. Ash Shaff ayat 1

سَبَّحَ لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۖ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

Artinya :

“Bertasbih kepada Allah apa saja yang ada di langit dan apa saja yang ada di bumi; dan Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Q.S. Al Hasyr ayat 24

هُوَ اللَّهُ الْخَالِقُ الْبَارِئُ الْمُصَوِّرُ ۖ لَهُ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَىٰ ۚ يُسَبِّحُ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۖ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

Artinya :

“Dia-lah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai Nama-Nama Yang Paling baik. Bertasbih kepada-Nya apa yang ada di langit dan di bumi. Dan Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Q.S. Al Mu’min ayat 7

الَّذِينَ يَحْمِلُونَ الْعَرْشَ وَمَنْ حَوْلَهُ يُسَبِّحُونَ بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَيُؤْمِنُونَ بِهِ وَيَسْتَغْفِرُونَ لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا وَسِعْتَ كُلَّ شَيْءٍ رَحْمَةً وَعِلْمًا فَاغْفِرْ لِلَّذِينَ تَابُوا وَاتَّبَعُوا سَبِيلَكَ وَقِهِمْ عَذَابَ الْجَحِيمِ

Artinya :

“(Malaikat-malaikat) yang memikul Arasy dan malaikat yang berada di sekelilingnya bertasbih memuji Tuhannya dan mereka beriman kepada-Nya serta memintakan ampun bagi orang-orang yang beriman (seraya mengucapkan): "Ya Tuhan kami, rahmat dan ilmu Engkau meliputi segala sesuatu, maka berilah ampunan kepada orang-orang yang bertobat dan mengikuti jalan Engkau dan peliharalah mereka dari siksaan neraka yang menyala-nyala,

Q.S. Ash Shaaffaat ayat 164-166

وَمَا مِنَّا إِلَّا لَهُ مَقَامٌ مَعْلُومٌ

وَإِنَّا لَنَحْنُ الصَّافُّونَ

وَإِنَّا لَنَحْنُ الْمُسَبِّحُونَ

Artinya :

“Tiada seorangpun di antara kami (malaikat) melainkan mempunyai kedudukan yang tertentu, dan sesungguhnya Kami benar-benar bershaf-shaf (dalam menunaikan perintah Allah). Dan sesungguhnya kami (malaikat) benar-benar bertasbih (kepada Allah).

Q.S. Shaad ayat 18

إِنَّا سَخَّرْنَا الْجِبَالَ مَعَهُ يُسَبِّحْنَ بِالْعَشِيِّ وَالْإِشْرَاقِ

Artinya :

“Sesungguhnya Kami menundukkan gunung-gunung untuk bertasbih bersama dia (Daud) di waktu petang dan pagi,

Dua Belas ayat tersebut diatas merupakan firman Allah yang menjelaskan bahwa, dzikrullah adalah merupakan kehendak, ketentuan atau ketetapan atau hukum atau cara yang diatur Allah atau yang lazim disebut Sunnatullah. Perhatikan kalimat “Bertasbih kepada Allah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi” serta kalimat “Mereka selalu bertasbih malam dan siang” juga perhatikan kalimat “Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah” juga kalimat “Allah: kepada-Nya bertasbih apa yang di langit dan di bumi”.

2. Dzikrullah adalah sunnah Rasul

Hadits :

عَنْ سَهْلِ بْنِ مُعَاذٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّ رَجُلًا سَأَلَهُ فَقَالَ أَيُّ الْجِهَادِ أَعْظَمُ أَجْرًا قَالَ أَكْثَرُهُمْ لِلَّهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى ذِكْرًا قَالَ فَأَيُّ الصَّائِمِينَ أَعْظَمُ أَجْرًا قَالَ أَكْثَرُهُمْ لِلَّهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى ذِكْرًا ثُمَّ ذَكَرَ لَنَا الصَّلَاةَ وَالزَّكَاةَ وَالْحَجَّ وَالصَّدَقَةَ كُلُّ ذَلِكَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ أَكْثَرُهُمْ لِلَّهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى ذِكْرًا

Artinya :

Dari sahl bin Muadz bin Anas Al Juhani, dari Rasulullah, sesungguhnya seorang laki-laki menanyai beliau,"jihad apakah yang paling besar pahalanya? Beliau menjawab, “Yang paling banyak diantara mereka berdzikir kepada Allah Tabaroka Ta’ala" lalu dia bertanya: orang puasa apakah yang paling besar pahalanya? Beliau menjawab, “Yang paling banyak diantara mereka berdzikir kepada Allah Tabaroka Ta’ala. Dan dia menanyakan juga sholat zakat, haji dan shodakoh . setiap itu pula Rasulullah menjawab: “Yang paling banyak diantara mereka berdzikir kepada Allah Tabaroka Ta’ala. (Ahmad 15061 Musnad Al Makiyin – Muadz bin Anas Al Juhani)

Hadits ini merupakan penjelasan langsung dari Nabi, bahwa dzikrullah lebih utama dari semua peribadatan, yang sesuai relefansi pada firman Allah, Al Qur’an Surat Al Ankabuut ayat 45 yang menyatakan bahwa dzikrullah adalah lebih utama dari semua peribadatan. Maka dzikrullah jelas merupakan sunnah Rasul. Perhatikan kalimat "jihad apakah yang paling besar pahalanya? Beliau menjawab, “Yang paling banyak diantara mereka berdzikir kepada Allah Tabaroka Ta’ala". Hakekat Dzikrullahi

• Hakekat pertama dzikrullah adalah habluminallah yaitu hubungan batin antara manusia dengan Tuhannya

Q.S. Al Baqarah ayat 152

فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ

Artinya :

“Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (ni`mat) -Ku.

Hadits :

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مُصْعَبٍ عَنْ الْأَوْزَاعِيِّ عَنْ إِسْمَعِيلَ بْنِ عُبَيْدِ اللَّهِ عَنْ أُمِّ الدَّرْدَاءِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يَقُولُ أَنَا مَعَ عَبْدِي إِذَا هُوَ ذَكَرَنِي وَتَحَرَّكَتْ بِي شَفَتَاهُ

Artinya :

Dari Abi Hurairah, dari Nabi saw beliau bersabda : “Sesungguhnya Allah Azza Wajallah berfirman : “Aku beserta hamba-Ku jika dia ingat/berdzikir kepada-Ku Dan kedua bibirnya bergerak karena mengingat/berdzikir kepada-Ku. (Ibnu Majah : 3782 Kitab Al Adab)

Hadits :

لاَيَذْكُرُنِى عَبْدٌ فِى نَفْسِهِ اِلاَّ ذَكَرْ تُهُ فِى مَلاَءٍ مِنْ مَلاَئِكَتِى وَلاَ يَذْكُرُنِى اِلاَّ ذَكَرْ تُهُ فِىالرَّفِيْقِ الأَعْلَى

Artinya :

“Allah SWT, berfirman : “Tidak mengingat-Ku seorang hamba dalam hatinya, melainkan Aku menyebutnya di hadapan khalayak Malaikat-Ku, dan ia tidak menyebut-Ku di hadapan khalayak, melainkan Aku menyebutnya dalam Ar Rafiqul A’laa”. (Shahih, riwayat Thabraani dari Mu’adz bin Anas, Al Jami’us Shaghier 4, Hal. 27)

Ayat Qur’an dan hadits tersebut diatas menjelaskan tentang hakekat dzikrullah yang pertama, bahwa dzikrullah merupakan habluminallah yaitu hubungan batin antara hamba dengan Tuhannya. Perhatikan kalimat pada ayat Qur’an tersebut diatas “ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu” serta seluruh kalimat pada dua hadits tersebut diatas.
(bersambung)

Comments

Popular posts from this blog

PTK

Yahudi ..

GEMA Semesta dari GOTA