Posts

Showing posts from 2014

Guru Wajib Baca Buku Ki Hajar Dewantoro

Seorang tokoh pendidikan di Indonesia yang sangat terkenal adalah ki Hajar Dewantor

KUALITAS PEMINPIN DAERAH BERPENGARUH TERHADAP KUALITAS PENDIDIKAN

Dalam era otonomi daerah, kualitas pendidikan di tiap kabupaten kota mengalami perkembangan yang berbeda. Hal itu disebabkan kepala daerah masing-masing. Ada kepala daerah yang getol terhadap kualitas pendidikan ada yang tidak paham terhadap dunia pendidikan. Seperti di Kota Madiun yang memberikan seluas-luasnya terhadap anak untuk bisa mengenyam pendidikan di kotanya sendiri. Kebijakan yang memihak pada anak dalam kota dan tidak memperbolehkan anak dari luar kota untuk mengenyam pendidikan di kota juga ada dampak positif dan negatifnya. Bagi anak kota yang jelas sudah tidak lagi kebingungan mencari sekolah di kotanya sendiri, namun bagi lembaga pendidikan juga mengalami perubahan yang sangat tajam ditinjau dari kualitas input yang seadanya sehingga mengalami penurunan kualtas lembaga sekolah. Sebelum ada kebijakan itu sekolah favorite selalu mendapatkan calon siswa yang relatif tinggi nilainya. Sedangkan sekarang menerima apa adanya. itulah sebagian kecil dampak Pemimpin terhadap...

Kembalikan Sekolah sebagai Tempat yang Menyenangkan

Tempat bermain yang ke dua adalah Sekolahan. Sedangkan yang pertama adalah lingkungan keluarga. Untuk lingkungan masyarakat merupakan tempat bermain yang ke tiga.

SERBA GRUSA GRUSU

Dunia pendidikan memang selalu menjadi topik yang sangat menarik dalam pemberitaan, baik dikalangan bawah, menengah dan kalangan atas.Seperti saat ini antara menteri baru dan lama serba tergesa-gesa. Yang lama segera mengakhiri tugasnya dengan mengetrapkan Kurikulum baru yang dinamakan Kurikulam 13 (2013) yang memang disana-sini masih perlu perbaikan dan penempurnaan, sedangkan menteri yang baru juga tergesa-gesa mennghentikan kurikulum 2013. Terlepas dari setuju tidak setuju dari kebijakan dua menteri yang grusa grusu itu, membuat insan pendidikan menjadi korba kebijakan. Menteri yang lama berusaha untuk memberikan solusi dari perubahan dunia yang begitu cepat, sehingga orang Indonesia tidak selalu telat dalam ilmu dan teknologi. Dalam K 13 sudah menangkap bahwa sikap mental perlu dikedepankan sesuai dengan kenyataan kehidupan di dunia dan akherat. Orang yang sukses hidupnya banyak dipengaruhi oleh sikap mental bukannya pengetahuan teknis. Maka K 13 jawabannya. Mengapa Menteri yan...

Sepeda Santai

Jam 5.45 aku telah sampai di sekolah. untuk mengikuti sepeda santai sekolah yang diadakan oleh Mahasiswa PPL dari IKIP PGRI Madiun. Disamping itu masih banyak acara yaitu digelar berbagai lomba: tari. puisi, pantun, dan acara hiburan.  Kemarin telah diadakan upacara KORPRI dan PGRI di Kecematan dan dilanjutkan jalan santai di Nguntoronadi. Hari Ini Sabtu setelah menglkuti sepeda santai juga ada rapat Koperasi, sehingga acara Upacara Korpri dan PGRI di Nguntoronadi diwakilkan. Semoga semuanya menjadi lancar dan sukses.

Anak Didik Bawa Botol dan Ember.

Pernahkan anak-anaku pergi ke luar kota? Pernah Pak..jika anda menggunakan tranfortasi Bis maka sering anda mampir di Toilet. Berapa yang anda keluarkan??. Rp. 1000, ada yang Rp. 500. Terus seandainya sekolah ini dianggap terminal berapa uang yang harus anda keluarkan?? Maka untuk meningkatkan infaq coba bayangkan saja kalau anda mampir ke toilet..dan anada pasti akan mengeluarkan uang. Jika anda tidak ikhlas dalam berinfaq, maka bawa anda boleh bawa botol untuk tempat kencing.dan yang perempuan bawa ember...hasilnya bisa di bawa pulang.

Meeting di Untoronadi

Sharing K 13 harus terus dilakukan. Guru masih banyak yang belum paham tentang K 13. Maka semua saja yang lebih dulu tahu harus segera memberikan pendampingan kepada teman-temannya.

Membaca Surat Yasin

Asmaul Husna dan membaca yasin setiap jumat pagi, dapat membentuk anak taat dan watak yang rendah hati serta menambah sikap mental. Dipimpin Pak Luqman dari Pondok Gontor.

Bacaa Al'quran Menggema

Pagi yang cerah, sambil mendengarkan lantunan Alquran yang dibacakan oleh anak-anak saya dan anak-anak OSIS SMPN 1 Takeran jabat tangan (salim) sambil mengecek Vocabulary dan kerapian anak didik. Karena hampir sebulan ini saya agak memberikan perhatian di SMPN 1 Nguntoronadi, nampaknya kedisiplinan anak didik SEMESTA juga kendor. Saya hanya berharap semua akan berjalan lancar, jika semuanya berjalan " Disiplin Tanpa Diawasi dan Kerja Keras Tanpa Disuruh" Membimbing kelas Tafid di 7B yang sebagian sudah akan hafal Zuz terakhir, merupakan kebanggaan tersendiri. Dengan berbunyinya bel masuk aku keluar dari kelas 7B dan membersihkan masjid untuk melaksanakan sholat Dhuha. Semoga anak bangasa kita menjadi harapan masa depan  negara.

SYIIR GUS DUR

Untuk menghilangkan kejenuhan akhir pelajaran dalam pelajaran seni budaya dinyanyikan Syiir Gus Dur. Lagunya mengalun cocok untuk jam terakhir, sambil menati bel sebelum berdoa. Dengan diberi aba-aba!! Duduk Manis dan Tepuk Pulang anak bersemangat lagi.Jadi berangkat semangat pulangpun juga semangat. 

PKG SMPN 1 Takeran

Hari-hari ini, menemani guru untuk diambil nilainya. Dalam pengamatan menhasilkan banyak ilmu dan pengalaman yang harus diberitahukan kepada guru-guru, baik yang diamati maupun yang lainnya.  Kekurangan dan kelebihan saling muncul dan perlu untuk dibenahi dan dilakukan untuk membuat pembelajaan lebih baik. Seandainya guru mau menulis apa yang dilakukan di dalam kelas, dapat menjadikan pembelajaran itu sebagai penelitian tindakan kelas. Kekurangn yang telah disampaikan dapat diperbaiki pada siklus berikutnya atau minimal dipergunakan untuk memperbaiki pembelajaran di kelas lain. Kekurangan yang masih banyak dilakukan guru adalah: kurang bisa mengisi waktu luang/ketika ada jeda waktu nganggur. Guru masih mendominasi komando/kurang percaya diri dalam melepas anak didiknya. Yang perlu ditindak lanjuti adalah membuat PTK setiap semester satu.

Mengapa Guru Malas Mengajar

gaji kurang kurang motivasi kurang menguasai materi malas menghadapi anak bandel belum menguasai IT sebagai pekerjaan sampingan kurang inovasi/metode  kurang memiliki kemampuan mengajar lemah pengawasan kurang kesadaran kurikulum sering berubah tidak lulus sertivikasi banyak tuntutan kurang pengalaman perjalanan yang panjang dan bergelombang. Hasil dari Kelas V J 

500 RIBU GURU MALAS MENGAJAR

Berita dari Koran Harian di Jawa tengan Kedaulatan  Rakyat ada sekitar 500 ribu guru setiah hai malas mengajar. Mengajar aja malas apalagi mendidik. Berita itu muncul sekitar tahun 2010. Seandainya sekarang di teliti mungkin masih sama. Walaupun sudah mendapatkan tunjangan stu kali gaji. Memang tidak salah berita itu. kenyataan di sekolah yang pernah saya singgahi masih banyak guru yang kurang ajek dalam meberikan pelajaran kepada anak didiknya. Kalau kita telusuri akar penyebabnya banyak sekali yang harus diurai. Bagaikan mengurai benag yang ruwwet dan kusut. Kalau saya boleh berpendapat yang salah adalah negara. Bukannya guru. Namun semua lapisan masyarakan dan bahkan pemerintahpun menuding gurulah penyebabnya. Memang benar tuduhan itu, namun mengapa negara kita ini dipenuhi oleh guru-guru yang tidak profesional??. Yang salah siapa??. Apa yang mencetak guru?? Atau yang merekrut guru..apa bibit guru ...dan masih banyak apa-apa...yan lainnya. Tidak salah juga yang menjadi kam...

Anakku masih bandel

Jam 6 26 pagi aku sudah berada di kelas. Ketika aku di klas 7B untuk mendampingai anak-anak menghafal Al'Quran, ada anak yang naik sepeda di halaman. Sungguh luar biasa. Akhirnya anak tersebut aku suruh menaikkah sepedanya di pundak dan keliling sekolah. Gantian masak aku sepeda selalu dinaiki, sekali-kali aku ganti naik orang yang biasa nangkring di punggung saya. Terima kasih bapak..  

Pendampingan K 13

Yang menjadi pokok masalah dalam pendampingan kurikulum 13 adalah Penilaian, Pelaksanaan pembelajaran dan pembuatan RPP. Masalah yang sangat krusial dalam pendidikan saat ini adalah pendampingan terhadap sikap mental anak. Sementara ini masih banyak guru yang belum berani untuk mengubah diri. Contoh guru belum mau terjun untuk dekat dengan anak didik. Mendampingi anak didik untuk ikut sholat dhuha, dhuhur, memberi contoh puasa sunah, Memberi contoh untuk kebersihan lingkungan, berpakaian, datang tepat waktu, dll

Pelatihan Pengisian Aplikasi Penilaian

Hari ini senin para guru dan Urusan kurikulum mengadakan latihan pengisisan aplikasi penilaian di SMPN 1 Magetan. Selain itu juga mengumpulkan guru inti untuk menulis ulangan bersama.

Revolusi Mental

Presiden kita Jokowi menghembuskan Revolusi Mental untuk Bangsa Indonesia. Baik untuk anak bangsa maupun generasi tua. Apa yang direvolusi? 1. Mindset Orang tua yang cenderung kaku dan tidak mau berubah. 2. Anak muda perlu bekerja keras 3. Anak didik dibekali mental yang membaja  

Lesson Study SMPN 1 Takeran Berkiprah.

Image
Pendampingan Lesson Study dari UM Malang dan Surabaya telah datang dan akan memberikan motivasi tersendiri bagi Gudel untuk membuktikan diri dalam proses pembelajarannya. Para gudel serius untuk emmperbaiki kinerjanya dibidang pembelajaran.

Marathon

Dua minggu ini lari marathon memang melelahkan. Dari Purwokwerto sampa Bojonegoro dan Suroboyo. Selama lari tanpa henti membuat darah semakin terpacu dan pada akhirnya mengalami penurunan dan membuat lelah. Sesampainya finish aku kekurangan tenaga dan akhirnya kuperiksakan ke tenaga ahli, ternyata dinyatakan kurang darang. Memang sudah kuduga sebelumnya, karena lari  ke Purwokwerto, menilai angka kredit guru, membagi pengalaman dengan calon guru, serta menghantar anak untuk test CPNS sertas persiapan sekolah untuk penerimaan sisipan oleh orang tua murid di dua sekolah, maka, lari itu terus tak terhenti. Hari ini semuanya berakhir dengan sangat memuaskan. Di Nguntoronadi orang tua antusias untuk menyumbangkan sebagian rezekinya untuk mengembangkan masjid. Orang tua dan guru juga tertarik untuk membeli hasil karya anak yang semua hasil penjualannya dimasukkan  ke kas masjid. Di SMPN Takeran juga berlangsung LS (lesson Study) yang didatangi tim dari Malang dan Pengawas dar...

Guru Mencari Padang Dalane

Yang namanya anak ya tetap anak. Di Masjid kok yo rame..itu namanya murid. Sabar menghadapinya adalah obat untuk menaklukkannya. Ketika sholat selesai..maka aku hentikan 5 anak yang ramai. Kuserahkan SK Kepala Sekolahku untuk berlima itu. Lee..aku berkata..nek awakmu dadi wong tuwo,  trus ngerti ono bocah rame di masjid ketika kotbah Jumat..piye perasaannmu...Langsung nyaut Pegel pak.. mangkel  Pak..Trus kok apakne bocah kuwi..aku berkata...ya di nasehati..Pak.. trus  diapakne maneh...di jewer atau di kemplang.. Yo nek ngono beselitku Kepala Sekolah tak kekne awakmu...berlima  ya...ko nek ngerti koncomu rame di Masjid..awakmu sing ngandani utowo..sing ngaruh-ngaruhi ya...siap pak..kata anak-anak.. Wis sakiki sholat bakdyah Jum'at...2 rakaat terus pulang..nggih  pak... Tidak ubahnya orang tua juga ada yang berperilaku seperti anak. Orang tua juga tidak semuanya menjadi orang tua, bahkan ada orang tua  yang menganggap anaknya adalah orang lain. Jadi si...

Baca Yasin

Setiap Hari Jum'at warga sekolah SMPN 1 Takeran membaca Surat Yasin di Masjid. Dimulai jam 6.30 kelas yang berbasis Religius sudah belajar keagamaan. Dari masuk masjid diharapkan semuanya melaksanakan sholat menghormat masjid dan dilanjudkan sholat dhuha. Setelah selesai melaksanakan sholat dhuha, bersama-sama membaa surat yasin. Sedangkan yang tidak membawa buku yasin diberi pekerjaan membersihkan lingkungan masjid. Begitulah serangkaian kegiatan pagi setelah masuk pintu gerbang sebelum belajar. Tidak lupa salim pagi untuk mengecek vocabulary.  

Magetan Maju Selangkah

Mulai tahun ini kenaikan pangkat harus menyetakan Artikel ilmiah yang dimuat di jurnal yang sudah ber ISSN bagi yang naik pangkat ke IV B. Selamt bagi para guru yang senang menulis sehinggah dapat memudahkan untuk naik pangkat. Saat ini mulailah para guru untuk mulai gemar membaca dan mulailah menulis dari rangkaian huruf menjadi sebuah kata. Dari rangkaian kata menjadi sebuah kalimat yang akhirnya menjadi paragraf. Dari paragraf akan menjadi BAB dan akan menjadi artikel yang mungkin juga menjadi makalah serta akan menjadi PTK. Selamat..guru dan sukses..

Pendampingan K 13 di SMPN 1 Maospati

Satu hari mendampingi Kepala Sekolah tetangga untuk mensosialisasikan Implementasi K 13. Saya mendamping 3 sekolah teangga yaitu SMPN 1 Nguntoronadi, SMP PSM Takeran dan SMPN 2 Kawedanan. Semoga implementasi K 13 ini berjalan sesuai dengan harapan pemerintah. Keruwetan yang ada di sekolah terfokus pada penilaian dan proses pembelajaran.

Akreditasi

Lembur  akreditasi untuk mendapatkan nilai. Asesor Akreditasi dari Kabupatn Ngawi dan Madiun.  Saat ini sedang dipotret setiap standarnya. Dari I PRO LU GU SA LO BI NIL. 8 standar sedang di lihat, dipandang, diproses, diolak-alik dan dinilai. Semoga mendapatkan nilai yang sangat memuaskan. untuk mengetahui kelemahan guru setelah disuperpisi maka KEpala sekolah harus membuat matrik hasil supervisi. Mana nilai yang paling rendah itulah yang akan ditindaklanjuti dan pembinaan selanjutnya.

Impian Membuat Sport Hall

Di depan masjid masih ada lahan yang seukuran lapangan Badminton. Dengan membuat sport Hall di depan masjid sekaligus dapat digunakan untuk melaksanakan sholat dhuhur berjamaah. Acara mengundang isthighozah bersama dengan anak-anak SD setiap menjela PPDB akan semakin lancar.

Bergelut dengan Ilmu

Pagi sampai sore bahkan malam bergelut dengan Ilmu baik di SMPn 1 Takeran, SMPN 1 Nguntoronadi dan IKIP PGRI Madiun.

Lantunan Alquran Mengumandang

Setia pagi lantunan Ayat Suci Alqur'an mengumandang di SMPN 1 Takeran Magetan. Setiap kelas anak perempuan bergiliran untuk membaca, sedangkan yang laki-laki kebagian tugas Kultum dan Adzan pada waktu sholat luhur. Semoga anak didik kita menjadi orang yang berakhlaq mulia dan selalu berprestasi.

K 13 Cluster 8

Image
Hari ini ada monev dari Jakarta untuk pendampingan Kurikulum 2013 di SMPN 1 Takeran Magetan

Sabtu Sibuk

Dari pagi sampai magrib bergelut dengan ilmu. pagi di smpn 1 takeran mempersiapkan rencana akreditasi dan  rencana kunjungan injen dalam pelaksanakan pendampingan K 13 hari senin 22 September 2014. Jam 9 sudah di SMPN 1 Magetan membicarakan SPM untuk perbaikan data. Sesampainya di sekolah ditodong tanda tangan dari SMPN 1 Nguntoronadi yang akan naik pangkat. selain itu harus mempersiapkan anak didik yang akan berburu ilmu agam di Pondok Temboro dengan jumlah siswa 22 anak dan satu pembimbing. Sedangkan jam satu sudah harus berangkat lagi ke Magetan untuk mengikuti pembukaan PORKAB 2014Magetan yang dimeriahkan oleh Drumd Band Karbol dari Yogyakarta. Sedangkan sholat ashar dilakukan berjamaan di Masjid depan pasar Goranggareng. Pas adhan sedang membeli makan untuk berbuka. Alhamdulillah berjalan lancar.

Lesson Study

Baru saja melakukan observasi di kelas 7 A. Yang menjadi guru model adalah Ibu TITIN mengajar Prakarya.  Dari hasil observasi itu, dapat meningkatkan pembelajaran di kelas lainnya. Banyak temuan dari para observer antara lain: belum dimulai dengan berdoa belum memberikan hadiah atau reward. Dalam rangka menggalakkan Lesson Study SMPN 1 Takeran semarak semua guru antusias untuk menjadi Gudel (guru model).

Ngrangkap di SMPN 1 Nguntoronadi

Mulai 1 September 2014 aku ditambahi tugas untuk ikut membantu dan mengembangkan SMPN 1 Nguntoronadi. Setelah Bapak Sarman, M.Pd. pensiun pada bulan Agustus aku dikenalkan oleh Kepala Dinas Pendidikan magetan Bapak Drs. Bambang Trianto, MM dengan SMPN 1 Nguntoronadi. Semoga Bapak Sarman maenikmati masa pensiun dengan segala aktivitasnya dan diberi kesehatan, rezeki yang melimpah dan tutuk momong anak cucu. Semoga Bopo Sukses. Setelah beberapa hari aku memperkenalkan diri dengan teman guu dan juga anak didik. Memang anak baru tahu, maka belum kenal. setelah kenal mereka baru lulut. Di SMPN 1 Nguntoronadi aku masuk ke kelas untuk mendekatkan diri kepada anak didik.

Komite Bersatu

Rapat komite untuk menyatukn langkah telah selesai.

Resik-resik Masjid

Alhamdulillah sudah bersih tempat wudhu untuk anak-anak kita. Terkadang yang namanya manusia banyak yang masih belum sadar untuk selalu peduli lingkungannya, Ada sampah bergelimangan di sekitar itupun mereka tidak mau tahu. Memang harus sering memberi contoh dan juga memberi saran dan peringatan.

Edy Siswanto Open Class

Image
Gudel menunjukkan media pembelajaran Gudel menjelaskan langkah-langka kerja kelaompok Asyik dan serius memperhatikan penjelasan Gudel (guru model) Anak Asyik Berdiskusi dalam Kerja Kelompok Refleksi Observer tidak boleh menghujat Gudel atau mengkritisinya. Observer menyampaikan hasil pengamatan selam Open Class Ternyata mengajar itu tidak hanya kita sendiri yang tahu. Orang lain juga perlu tahu. Ketika kita membuka diri bagi orang lain untuk melihat dan mengobservasi pembelajaran kita, maka segala persiapan harus dilakukan. Memang mengajar sendiri dengan dilihat orang banyak sangat berbeda. Ketiak kita dilihat orang banyak, maka semuanya harus lancar dan mengayikkan. Saya sendiri baru melakukan Open Class sekali. Sebelum melakukan open class kita harus siap segalanya untuk tidak ada kegagalan sedetikpun dalam pembelajaran. Baik dari segi pemanfaatan waktu, media serta alat pembelajaran kita hitung sedetil mungkin sehingga proses pembelajaran itu bisa...

Relawan

Image
Bersama volunteer from America Penjelasan dari peace corp untuk SMA/SMP se Jawa Timur termasuk SMPN 1 Takeran Magetan.Semesta termasuk satu-satunya sekolah dari Magetan yang diundang untuk meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa Inggrisnya.
REFORMASI SEKOLAH Pada hari Sabtu, 16  Agustus 2014 segenap warga SMPN 1 Takeran merapatkan barisan untuk membentuk panitia dalam rangka mereformasi sekolah. Team inti yang telah melakukan pendalaman materi dari  Perlunya mereformasi sekolah untuk menuju sekolah yang diinginkan oleh semua pihak. Sekolah merupakan ruang publik yang harus dapat dilihat oleh orang lain, baik teman sejawat, orang tua dan siapapun yang menginginkannya. Langkah pertama dalam mereformasi sekolah adalah dengan membuka kelas. Selama masih ada satu guru yang menutup kelasnya, maka tidak mungkin mewujudkan reformasi sekolah. Bagaimana hebatnya seorang guru melakukan praktek pembelajaran, namun jika tidak membuka kelas. Maka guru tersebut tidak bisa diakui sebagai seorang guru sekolah public.  

Cluster K 13

Dalam rangka pengembangan dan mengimbaskan K 13, SMPN 1 Takeran mendapat tugas untuk mensosialisasikan ke SMP sekitar. SMPN 1 Nguntoronadi, SMP PSM dan SMP Emanuel.

Bersih-besih

Membersihkan lingkungan tempat wudhu dan memberi air untuk tanaman yang sedang membutuhkannya.

Gropyok Murid

Kitika ditinggal empat hari di Malang dalam rangka pendalaman LSBS, maka anak kita juga mengalami kemunduran ibadah sholat dhuhanya. Banyak anak yang mengaku sholat dhuha, namun setelah didatangi kelasnya mereka baru melakukan sholat dhuha. Terkadang sampai berkata kalian sholat sendiri atau disholatkan. 

Gropyok Murid

Klas 7 C Paling Kaya

Dalam rangka meningkatkan infaq anak-anak dan guru seta karyawan sekolah, setiap hari kita sosialisasikan pentingnya kita beramal. Dengan beramal yang ikhlas, maka kita akan ditambah rezekinya. Selama dua minggu ini, ada kelas yang paling kaya diantara 20 kelas lainnya yaitu kelas 7 C.  Kaya harta dan kelas itu juga kaya hatinya.Ternyata mereka dalam satu minggu itu mengumpulkan infaqnya setiap hari, sehingga dua minggu ini mereka dinobatkan menjadi kelas terkaya. Selamat anakku yang paling saya banggakan.

Reformasi Sekolah

REFORMASI SEKOLAH Pada hari Sabtu, 16  Agustus 2014 segenap warga SMPN 1 Takeran merapatkan barisan untuk membentuk panitia dalam rangka mereformasi sekolah. Team inti yang telah melakukan pendalaman materi dari Malang akan bekerja keras untuk mewujudkan reformasi sekolah. Reformasi sekolah bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang diinginkan oleh semua pihak. Sekolah merupakan ruang publik yang harus dapat dilihat oleh orang lain, baik teman sejawat, orang tua dan siapapun yang menginginkannya. Langkah pertama dalam mereformasi sekolah adalah dengan membuka kelas. Selama masih ada satu guru yang menutup kelasnya, maka tidak mungkin mewujudkan reformasi sekolah. Bagaimana hebatnya seorang guru melakukan praktek pembelajaran, namun jika tidak membuka kelas. Maka guru tersebut tidak bisa diakui sebagai seorang guru sekolah public.  

UPACARA 17 AGUSTUS 2014

Upacara 17 Agustus 2014 berlangsung lancar dan tertib. Dengan upacara kita dapat mengambil hikmahnya yaitu menanamkan cinta tanah air dan menamkan gelora cinta pada pejuang bangsa. Sebaiknya anak klas 4,5,6 SD juga diikutkan untuk melatih kecintaanya dengan tanah airnya.

Sholat Jumat

Kita berhenti bekerja untuk melaksanakan sholat Jum'at. Hanya ada beberapa guru yang mengikuti sholat Jum'at. Memang gurpun juga harus disuruh dan diawasi untuk menjadi sadar mengikuti kegiatan sekolah. Kesadaran tidak langsung datang dengan sendirinya. Ternyata pendekatan melekat dan terus menerus yang dilakukan oleh pimpinan sangat dibutuhkan. Keteladanan saja juga tidak akan mengubah sikap seseorang. Terkadang perlu pemaksaan untuk menjadi kebiasaan. Dipaksa, bisa dan akhirnya terbiasa.  

lesson study

PENGUATAN PROGRAM LESSON STUDY TINGKAT PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2014    Dalam rangka meningkatkan pembelajran para guru khususnya di Jawa Timur, maka Dinas Penddikan Provinsi Jawa Timur Bidang Tenaga pendidik dan Kependidikan mengadakan Lesson Study selama 4 hari di Malang. Mulai dari tanggal, 11 sampai 14 Agustus 2014 di Hotel Pelangi jl. Merdeka Selatan no.3 Malang.   Harapannya sampai 2017 akan ad sekitar 70 sekolah binaaan, dan akan menjadi sekolah rujukan bagi sekolah lain yang akan belajar lesson study. Dalam pelaksanaannya lesson study membutuhkan mitra kerja. Di Jawa Timur mitra kerjanya adalah FPMIPA UM. Selain itu ada mitra sekolah yang menjadi sekolah model.

Anak Didikku belum Jinak

Ketika belum tau siapa aku, ternyata anak kita juga belum tahu tugas dan kewajibannya serta resiko yang akan menimpanya. Ketika tidak .

Menyelamatkan Dunia

Walaupun memberi seteguk air kepada setangkai bunga itu namanta save the world.

Dhuhur Jamaah Bernuansa Baru

Biasanya sholat dhuhur berjamaah dilaksanakan pada akhir jam pelajaran, namun sekarang berada di antara jam ke 6 dan 7. Sehingga banyak perubahan pada tahun pelajaran yang baru ini. Selain kurikulumnya baru juga jadwalnya baru. Apalagi yang ikut sholat dhuhur berjamaah juga baru. Anak baru juga banyak guru yang ikut sholat berjamaa. Alhamdulillah suasana ini terus berlangsung selamanya dan berkembang seterusnya. Semoga sekolah ini menjadikan lingkungannya seperti pondok pesantren. Gurunya seperti para ulama dan muridnya seperti santriwan-santriwati.

Anakku Belajar Menjadi Orang Kaya

Di pagi yang cerah ini anak-anakku sudah melaksanakan sholat dhuha. tepatnya senin tgl. 4 Agustus 2014 jam 6.30. Ternyata ada anak yang yang kaya dan ada yang pelit. Kaya berarti mereka melaksanakan sholat dhuha 8 rakaat, yang pelit hanya melakukan 2 rakaat. Alhamdulillah anakku telah belajar menjadi orang kaya.  Kaya bukan hanya kaya materi namun, kaya hati. Kalau kaya hati dapat menjadikan kaya hartanya di jalan Allah. Namun kaya harta belum tentu hartanya dinafkahkan sesuai petunjuk Allah SAW. Semoga anak didik kita semua menjadi orang yang tidak hanya kaya hati namun juga kaya harta.