SERBA GRUSA GRUSU
Dunia pendidikan memang selalu menjadi topik yang sangat menarik dalam pemberitaan, baik dikalangan bawah, menengah dan kalangan atas.Seperti saat ini antara menteri baru dan lama serba tergesa-gesa. Yang lama segera mengakhiri tugasnya dengan mengetrapkan Kurikulum baru yang dinamakan Kurikulam 13 (2013) yang memang disana-sini masih perlu perbaikan dan penempurnaan, sedangkan menteri yang baru juga tergesa-gesa mennghentikan kurikulum 2013.
Terlepas dari setuju tidak setuju dari kebijakan dua menteri yang grusa grusu itu, membuat insan pendidikan menjadi korba kebijakan. Menteri yang lama berusaha untuk memberikan solusi dari perubahan dunia yang begitu cepat, sehingga orang Indonesia tidak selalu telat dalam ilmu dan teknologi.
Dalam K 13 sudah menangkap bahwa sikap mental perlu dikedepankan sesuai dengan kenyataan kehidupan di dunia dan akherat. Orang yang sukses hidupnya banyak dipengaruhi oleh sikap mental bukannya pengetahuan teknis. Maka K 13 jawabannya.
Mengapa Menteri yang baru gursa-grusu menghentikannya???. Pada hal katanya dia juga ikut terlibat didalamnya. Apakah menteri baru hanya hanya ingin carmuk untuk pencitraan sehingga yang penting berbeda.
Nampaknya pemerintahan sekarang hampir sama dengan pemerintahan orde baru menuju orde reformasi. Semuanya serba dibalik. Dari pilihan tidak langsung menjadi lansung. Dari sentralisasi menjadi desentralisasi. dll..masih banyak yang lainnya.
Terlepas dari setuju tidak setuju dari kebijakan dua menteri yang grusa grusu itu, membuat insan pendidikan menjadi korba kebijakan. Menteri yang lama berusaha untuk memberikan solusi dari perubahan dunia yang begitu cepat, sehingga orang Indonesia tidak selalu telat dalam ilmu dan teknologi.
Dalam K 13 sudah menangkap bahwa sikap mental perlu dikedepankan sesuai dengan kenyataan kehidupan di dunia dan akherat. Orang yang sukses hidupnya banyak dipengaruhi oleh sikap mental bukannya pengetahuan teknis. Maka K 13 jawabannya.
Mengapa Menteri yang baru gursa-grusu menghentikannya???. Pada hal katanya dia juga ikut terlibat didalamnya. Apakah menteri baru hanya hanya ingin carmuk untuk pencitraan sehingga yang penting berbeda.
Nampaknya pemerintahan sekarang hampir sama dengan pemerintahan orde baru menuju orde reformasi. Semuanya serba dibalik. Dari pilihan tidak langsung menjadi lansung. Dari sentralisasi menjadi desentralisasi. dll..masih banyak yang lainnya.
Comments
Post a Comment