500 RIBU GURU MALAS MENGAJAR
Berita dari Koran Harian di Jawa tengan Kedaulatan Rakyat ada sekitar 500 ribu guru setiah hai malas mengajar. Mengajar aja malas apalagi mendidik. Berita itu muncul sekitar tahun 2010.
Seandainya sekarang di teliti mungkin masih sama. Walaupun sudah mendapatkan tunjangan stu kali gaji.
Memang tidak salah berita itu. kenyataan di sekolah yang pernah saya singgahi masih banyak guru yang kurang ajek dalam meberikan pelajaran kepada anak didiknya.
Kalau kita telusuri akar penyebabnya banyak sekali yang harus diurai. Bagaikan mengurai benag yang ruwwet dan kusut.
Kalau saya boleh berpendapat yang salah adalah negara. Bukannya guru. Namun semua lapisan masyarakan dan bahkan pemerintahpun menuding gurulah penyebabnya. Memang benar tuduhan itu, namun mengapa negara kita ini dipenuhi oleh guru-guru yang tidak profesional??. Yang salah siapa??. Apa yang mencetak guru?? Atau yang merekrut guru..apa bibit guru ...dan masih banyak apa-apa...yan lainnya.
Tidak salah juga yang menjadi kambing hitam kebobrokan dunia pendidikan adalah guru.
Kalau kita urut, mengapa guru jelek?..karena yang mencetak guru jelek, mengapa yang mencetak guru jelek, karena bibitnya jelek, mengapa bibitnya jelek, karena tidak ada jaminan untuk hidup layak, mengapa tidak ada jaminan hidup layak, karena negara pelit dalam memberikan jaminan hidup kepada guru, mengapa pelit, karena pemerintah tidak tahu fungsi guru atau pura-pura tidak tahu, mengapa pura-pura tidak tahu, karena investasi dunia pendidikan membutuhkan waktu lama. Sehinnga pemerintah enggan menggelontorkan dana untuk pendidikan.
Pemerintah senangnya serba instan. Mengapa instan karena langsung dapat dinikmati hasilnya.
Kalau dunia pendidikan yang menikmati anak cucunya. atau minimal 20 tahun baru menuai hasilnya, Mengapa dua puluh (20) tahun?. Katena 4 tahun untuk menctetak guru, setelah jadi guru dia mengajar generasi dari 6 tahun di SD..3 Thaun di SMP, 3 Tahun di SMA/K, dan 4 tahun di perguruan tinggi..sehingga total..20 tahun.
Jadi investasi di dunia pendidikan memakan waktu minimal 20 tahun. Itupun baru merasakan generasi hebat belum menghasilkan hasil karya yang hebat.
Kalau menanti hasil karya yang hebat ditambah minimal setahun dua tahun lagi.
Waaahhh lama sekali...investasi di dunia pendidikan...siapa berani ???? Sipa lagi kalau bukan pemimpin yang tahu masa depan.
Seandainya sekarang di teliti mungkin masih sama. Walaupun sudah mendapatkan tunjangan stu kali gaji.
Memang tidak salah berita itu. kenyataan di sekolah yang pernah saya singgahi masih banyak guru yang kurang ajek dalam meberikan pelajaran kepada anak didiknya.
Kalau kita telusuri akar penyebabnya banyak sekali yang harus diurai. Bagaikan mengurai benag yang ruwwet dan kusut.
Kalau saya boleh berpendapat yang salah adalah negara. Bukannya guru. Namun semua lapisan masyarakan dan bahkan pemerintahpun menuding gurulah penyebabnya. Memang benar tuduhan itu, namun mengapa negara kita ini dipenuhi oleh guru-guru yang tidak profesional??. Yang salah siapa??. Apa yang mencetak guru?? Atau yang merekrut guru..apa bibit guru ...dan masih banyak apa-apa...yan lainnya.
Tidak salah juga yang menjadi kambing hitam kebobrokan dunia pendidikan adalah guru.
Kalau kita urut, mengapa guru jelek?..karena yang mencetak guru jelek, mengapa yang mencetak guru jelek, karena bibitnya jelek, mengapa bibitnya jelek, karena tidak ada jaminan untuk hidup layak, mengapa tidak ada jaminan hidup layak, karena negara pelit dalam memberikan jaminan hidup kepada guru, mengapa pelit, karena pemerintah tidak tahu fungsi guru atau pura-pura tidak tahu, mengapa pura-pura tidak tahu, karena investasi dunia pendidikan membutuhkan waktu lama. Sehinnga pemerintah enggan menggelontorkan dana untuk pendidikan.
Pemerintah senangnya serba instan. Mengapa instan karena langsung dapat dinikmati hasilnya.
Kalau dunia pendidikan yang menikmati anak cucunya. atau minimal 20 tahun baru menuai hasilnya, Mengapa dua puluh (20) tahun?. Katena 4 tahun untuk menctetak guru, setelah jadi guru dia mengajar generasi dari 6 tahun di SD..3 Thaun di SMP, 3 Tahun di SMA/K, dan 4 tahun di perguruan tinggi..sehingga total..20 tahun.
Jadi investasi di dunia pendidikan memakan waktu minimal 20 tahun. Itupun baru merasakan generasi hebat belum menghasilkan hasil karya yang hebat.
Kalau menanti hasil karya yang hebat ditambah minimal setahun dua tahun lagi.
Waaahhh lama sekali...investasi di dunia pendidikan...siapa berani ???? Sipa lagi kalau bukan pemimpin yang tahu masa depan.
Comments
Post a Comment