Sholat Tasbih
Menjalankan Shalat Tasbih/Tasabih (صَلاَةُ التَّسْبِيْحِ/ صَلاَةُ
التَّسَابِيْحِ) hukumnya Sunnah/Mustahabb/Mandub (dianjurkan) dan
dilakukan sebanyak empat rokaat, minimal sekali seumur hidup, atau
sekali dalam setahun, atau sekali dalam sebulan, atau sekali dalam
sepekan, atau setiap hari. Bisa dilakukan diwaktu apapun yang
dikehendaki (selain waktu-waktu yang dilarang), di rumah maupun di
masjid, sendirian maupun berjamaah.
Dalil yang menunjukkan sunnahnya Shalat Tasbih, waktu pelaksanaan sekaligus tatacaranya adalah hadis yang diriwayatkan Abu Dawud berikut;
(lakukan) setiap bulan sekali! Jika tidak, maka (lakukan) setiap tahun sekali! Jika engkau tidak melakukannya, maka (lakukan) sekali dalam umurmu.”
Tentang shalat tasbih yang ditanyakan, nash haditsnya adalah sebagai berikut,
Dalil yang menunjukkan sunnahnya Shalat Tasbih, waktu pelaksanaan sekaligus tatacaranya adalah hadis yang diriwayatkan Abu Dawud berikut;
سنن أبى داود (4/ 59)
حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ بِشْرِ بْنِ الْحَكَمِ النَّيْسَابُورِيُّ حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ عَبْدِ الْعَزِيزِ حَدَّثَنَا الْحَكَمُ بْنُ أَبَانَ عَنْ عِكْرِمَةَ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
قَالَ لِلْعَبَّاسِ بْنِ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ يَا عَبَّاسُ يَا عَمَّاهُ
أَلَا أُعْطِيكَ أَلَا أَمْنَحُكَ أَلَا أَحْبُوكَ أَلَا أَفْعَلُ بِكَ
عَشْرَ خِصَالٍ إِذَا أَنْتَ فَعَلْتَ ذَلِكَ غَفَرَ اللَّهُ لَكَ ذَنْبَكَ
أَوَّلَهُ وَآخِرَهُ قَدِيمَهُ وَحَدِيثَهُ خَطَأَهُ وَعَمْدَهُ صَغِيرَهُ
وَكَبِيرَهُ سِرَّهُ وَعَلَانِيَتَهُ عَشْرَ خِصَالٍ أَنْ تُصَلِّيَ
أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ تَقْرَأُ فِي كُلِّ رَكْعَةٍ فَاتِحَةَ الْكِتَابِ
وَسُورَةً فَإِذَا فَرَغْتَ مِنْ الْقِرَاءَةِ فِي أَوَّلِ رَكْعَةٍ
وَأَنْتَ قَائِمٌ قُلْتَ سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا
إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ خَمْسَ عَشْرَةَ مَرَّةً ثُمَّ
تَرْكَعُ فَتَقُولُهَا وَأَنْتَ رَاكِعٌ عَشْرًا ثُمَّ تَرْفَعُ رَأْسَكَ
مِنْ الرُّكُوعِ فَتَقُولُهَا عَشْرًا ثُمَّ تَهْوِي سَاجِدًا فَتَقُولُهَا
وَأَنْتَ سَاجِدٌ عَشْرًا ثُمَّ تَرْفَعُ رَأْسَكَ مِنْ السُّجُودِ
فَتَقُولُهَا عَشْرًا ثُمَّ تَسْجُدُ فَتَقُولُهَا عَشْرًا ثُمَّ تَرْفَعُ
رَأْسَكَ فَتَقُولُهَا عَشْرًا فَذَلِكَ خَمْسٌ وَسَبْعُونَ فِي كُلِّ
رَكْعَةٍ تَفْعَلُ ذَلِكَ فِي أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ إِنْ اسْتَطَعْتَ أَنْ
تُصَلِّيَهَا فِي كُلِّ يَوْمٍ مَرَّةً فَافْعَلْ فَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ
فَفِي كُلِّ جُمُعَةٍ مَرَّةً فَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَفِي كُلِّ شَهْرٍ
مَرَّةً فَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَفِي كُلِّ سَنَةٍ مَرَّةً فَإِنْ لَمْ
تَفْعَلْ فَفِي عُمُرِكَ مَرَّةً
Telah menceritakan kepada kami Abdurrahman bin Bisyr bin Hakam An
Naisabury telah menceritakan kepada kami Musa bin Abdul Aziz telah
menceritakan kepada kami Al Hakam bin Aban dari Ikrimah dari Ibnu Abbas
bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepada Abbas bin
Abdul Mutthalib: “Wahai Abbas, wahai pamanku, sukakah paman, aku beri,
aku karuniai, aku beri hadiah istimewa, aku ajari sepuluh macam kebaikan
yang dapat menghapus sepuluh macam dosa? Jika paman mengerjakan hal
itu, maka Allah akan mengampuni dosa-dosa paman, baik yang awal dan yang
akhir, baik yang telah lalu atau yang akan datang, yang di sengaja
ataupun tidak, yang kecil maupun yang besar, yang samar-samar maupun
yang terang-terangan. Sepuluh macam kebaikan itu ialah; “Paman
mengerjakan shalat empat raka’at, dan setiap raka’at membaca AL Fatihah
dan surat, apabila selesai membaca itu, dalam raka’at pertama dan masih
berdiri, bacalah; “Subhanallah wal hamdulillah walaa ilaaha illallah
wallahu akbar (Maha suci Allah, segala puji bagi Allah, tidak ada ilah
selain Allah dan Allah Maha besar) ” sebanyak lima belas kali, lalu
ruku’, dan dalam ruku’ membaca bacaan seperti itu sebanyak sepuluh kali,
kemudian mengangkat kepala dari ruku’ (i’tidal) juga membaca seperti
itu sebanyak sepuluh kali, lalu sujud juga membaca sepuluh kali, setelah
itu mengangkat kepala dari sujud (duduk di antara dua sujud) juga
membaca sepuluh kali, lalu sujud juga membaca sepuluh kali, kemudian
mengangkat kepala dan membaca sepuluh kali, jadi jumlahnya ada tujuh
puluh lama kali dalam setiap raka’at, dan lakukanlah dalam empat
raka’at. jika paman sanggup mengerjakannya sekali dalam sehari,
kerjakanlah. Jika tidak mampu, kerjakanlah setiap jum’at, jika tidak
mampu, kerjakanlah setiap bulan, jika tidak mampu, kerjakanlah setiap
tahun sekali. Dan jika masih tidak mampu, kerjakanlah sekali dalam
seumur hidup.” (H.R.Abu Dawud)(lakukan) setiap bulan sekali! Jika tidak, maka (lakukan) setiap tahun sekali! Jika engkau tidak melakukannya, maka (lakukan) sekali dalam umurmu.”
Tentang shalat tasbih yang ditanyakan, nash haditsnya adalah sebagai berikut,
Comments
Post a Comment