Sholat Rowatib
Di dalam Shalat Rawatib ada terdapat 10 rekaat yang sunnah muakkad (karena tidak pernah ditinggalkan oleh Rasulullah SAW), berdasarkan hadits:
a. Dari Ummu Habibah, bahwa Rasulullah SAW bersabda:
“Barang siapa senantiasa melakukan shalat 4 rekaat sebelum Dzuhur dan 4 rekaat sesudahnya,
maka Allah mengharamkan baginya api neraka.” (HR Abu Dawud dan
Tirmidzi)
2 rekaat sebelum Dzuhur dan 2 rekaat sesudahnya ada yang sunnah muakkad dan ada yang
ghairu muakkad.
b. Nabi SAW bersabda: “Allah mengasihi orang yang melakukan shalat empat rekaat sebelum
(shalat) Ashar.” (HR Imam Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi, dan Ibnu Huzaimah)
Shalat sunnah sebelum Ashar boleh juga dilakukan dua rekaat berdasarkan Sabda Nabi
SAW: “Di antara dua adzan (adzan dan iqamah) terdapat shalat.” (HR Imam Bazzar)
Jadi shalat sunnah rawatib ini penting.. dan mesti kita lakukan.
Sang kekasih Allah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, seperti yang diriwayatkan oleh at-Tirmidzi, Abi Dawud dan dihasankan oleh al-Albani dari Ali bin Abi Thalib r.a : Tidaklah seseorang melakukan suatu perbuatan dosa, lalu dia bangun (bangkit) dan bersuci, kemudian mengerjakan shalat, dan setelah itu memohon ampunan kepada Allah, melainkan Allah akan memberikan ampunan kepadanya”. Kemudian Rasulullah SAW membaca ayat : “Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah – Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. (QS Ali-Imran: 135)
ww.shalimow.com/islam/sholat-taubat-kapan-dan-mengapa-dilakukan.html
Dari Ibnu Umar bahwa Rasulullah SAW senantiasa menjaga (melakukan) 10 rekaat (rawatib), yaitu: 2 rekaat sebelum Dzuhur dan 2 rekaat sesudahnya, 2 rekaat sesudah Maghrib di rumah beliau, 2 rekaat sesudah Isya’ di rumah beliau, dan 2 rekaat sebelum Shubuh …Adapun rekaat yang lain termasuk sunnah ghairu muakkad, berdasarkan hadits-hadits berikut:
(HR Imam Bukhari dan Muslim).
a. Dari Ummu Habibah, bahwa Rasulullah SAW bersabda:
“Barang siapa senantiasa melakukan shalat 4 rekaat sebelum Dzuhur dan 4 rekaat sesudahnya,
maka Allah mengharamkan baginya api neraka.” (HR Abu Dawud dan
Tirmidzi)
2 rekaat sebelum Dzuhur dan 2 rekaat sesudahnya ada yang sunnah muakkad dan ada yang
ghairu muakkad.
b. Nabi SAW bersabda: “Allah mengasihi orang yang melakukan shalat empat rekaat sebelum
(shalat) Ashar.” (HR Imam Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi, dan Ibnu Huzaimah)
Shalat sunnah sebelum Ashar boleh juga dilakukan dua rekaat berdasarkan Sabda Nabi
SAW: “Di antara dua adzan (adzan dan iqamah) terdapat shalat.” (HR Imam Bazzar)
Jadi shalat sunnah rawatib ini penting.. dan mesti kita lakukan.
Sang kekasih Allah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, seperti yang diriwayatkan oleh at-Tirmidzi, Abi Dawud dan dihasankan oleh al-Albani dari Ali bin Abi Thalib r.a : Tidaklah seseorang melakukan suatu perbuatan dosa, lalu dia bangun (bangkit) dan bersuci, kemudian mengerjakan shalat, dan setelah itu memohon ampunan kepada Allah, melainkan Allah akan memberikan ampunan kepadanya”. Kemudian Rasulullah SAW membaca ayat : “Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah – Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. (QS Ali-Imran: 135)
ww.shalimow.com/islam/sholat-taubat-kapan-dan-mengapa-dilakukan.html
Comments
Post a Comment