HUJAN BUKU MAGETAN PEMANTIK LAHIRNYA LITERASI MATARAMAN DAN JATIM PROV. LITERASI
MAGETAN PEMANTIK JATIM PROVINSI
LITERASI
Hari Pendidikan tahun 2018 merupakan awal dari kebangkitan lkiterasi di
Magetan. Hujan buka adalah salah satu nama atau wadah bagi pegiat literasi di
Magetan. HB dengan cepat bergerak sehingga melahirkan 450 buku lebih judul buku
baru. Dari sinlah Magetan diharapkan menjadi kabupaten terdepan dalam arus
literasi. Lahirnya Hujan Buku ternyata memberi energi positif para penggerk
literasi untuk saling mewujudkan literasi di magetan semakin terdepan. Akhirnya
datanglah putra daerah yang kebetulan bergerak dibidang penerbitan buku
dengan nama Telaga Ilmu yang bersedia menerbitkan 1.000 buku gratis ber-ISBN,
maka kloplah atau istilah jawanya "tumbu oleh tutup" duet
literasi ini menjadikan pergerakkan Magetan semakin kencang.
Tidak lama kemudian lahirlah
Seorang Bupati Magetan yang juga gila dengan literasi. Maka Magetan kabupaten
literasi semakin menggema di nusantara ini. Dari segi tiga emas inilah yang
akhirnya pergerakan literasi semakin menggelinding tiada ujung.
Kepedulian beliau Bapak Bupati
Magetan Dr. Drs. Suprawoto, SH, M.Si untuk meningkatkan gemar membaca
masyarakat Magetan, maka disulaplah Perpustakaan magetan menjadi temapat yang
ramah lingkungan. Pada saat peresmian perustakaan itulah Beliau kepala Arpusnas
Bapak Drs. Syarif Bando, M.M. mengapresiasi pameran 450 buku judul baru karya
anak Magetan. Dengan geliat pergerakan literasi Magetan yang luar biasa, maka
pantaslah Magetan menerima hadiah rumah literasi seharga 10 milyar tahun
anggaran 2021.
Untuk menyongsong rumah literasi
yang ada di lereng gunung Lawu sebelah timur maka pegiat literasi magetan
mengembangkan sayap untuk menggerakkan literasi di wilayah mataraman. Dari
Magetan bergerak kewilayah Pacitan dan kabupaten Madiun yang menghadirkan
beliau Bapak Menteri PMK Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P. di Pendopo Ronggo
Jumeno. Namun beliau diwakili oleh Femmy Eka Kartika Putri Asisten Deputi PAUD, DIKDAS dan
Pendidikan Masyarakat Kemenko PMK mengapresiasi Para Bupati dan Wali
kota Madiun karena kepedulian beliau untuk menggerakkan literasi di wilayahnya
masing-masing.
Akhirnya kota Madiunpun juga
bangkit tergerak untuk mewujudkan Madiun menjadi centra Gerakan literasi
Mataraman. Dibawah komando Bakorwil Madiun yang terdiri dari 11 kabupaten dan kota
dengan istilah Pawitan Dirogo Tunggal Diri. Mulai Pacitan, Ngawi, Magetan, Ponorogo,
Kota/Kabupaten Madiun, Tulungagung, Trenggalek,
Kota/Kabupaten Kediri dan Nganjuk. Dengan adanya wabah pandemi covid
19 yang terkenal dengan Corona ini, memberikan dampak yang positif bahkan sangat
luar biasa terhadap perkembangan literasi di Mataraman.
Diawali dari Bintek Daring Ayo
Menulis Buku I (pertama) yang diikuti 300 lebih guru dan kepala sekolah
serta pengawas di Madiun. Giat literasi berjalan terus dengan mengadakan Bintek
Daring Ayo Menulis Buku II diadakan di Kabupaten Nganjuk dengan pola yang
sama dengan sebelumnya. Rencana Bintek Daring Ayo Menulis Buku III tanggal
11 Agustus akan merambah di Himpaudi, IGRA kota Madiun. Diharapkan serangkaian kegegiatan tersebut
menghasilkan ratusan buku untuk mewujudkan 1.000 buku Mataraman di tahun 2020.
Gerakan literasi mataraman semakin
mantab dengan ditetapkannya Dr. Gatot Gunarso sebagai Bapak Pegiat Literasi
Mataraman oleh Kepala Arpusnas saat Gebyar literasi mataraman yang digelar.
Gebyar yang digelar pada tanggal 28 Juli 2020 tersebut juga memamerkan 700 buku karya anak
mataraman yang notabene masih dimonopoli buku karya anak kabupaten Magetan.
Dengan demikian literasi Mataram
diharapkan bisa menggerakkan daerah lain untuk menggiatkan literasi khususnya
di Jawa Timur. Literasi mataraman akan memberikan nilai tambah untuk
mewujudkan Jawa Timur sebagai provinsi literasi
Sehingga kalau ditarik kebelakang
pergerakan pegiat literasi hujan buku di Magetan mewujudkan Magetan menjadi
kabupaten literasi. Pergerakan literasi dari kabupaten Magetan mengalir menuju
Pacitan, Kabupaten Madiun dan bersandar di Kota Madiun sebagai tuan rumahnya. Dari
sinilah akhirnya lahir Gerakan Literasi Mataraman yang diketuai oleh Bapak Drs.
Liluk Dwi Muljanto, M.Pd. ketua APSI Madiun.
Dari Gerakan literasi mataraman
ini diharapkan akan memantik Jawa Timur menjadi provinsi literasi. Pada saat
Bintek Ayo Menulis Buku II di Kabupaten Nganjuk kepala dinas pendidikan Jawa
Timur sangat berharap literasi mataraman dapat menggerakkan Bakorwil wilayah
lainnya untuk mempercepat terwujudnya Jawa Timur sebagai provinsi literasi dan
menjadi barometer di Indonesia
Semoga literasi Mataraman semakin
menggelinding dan memecah kesunyian, untuk meramaikan dan mengisi kegiatan literasi di Rumah Literasi Magetan.
Salam literasi dan sukses untuk
para Pegiat Literasi Mataraman (GITAR)
In concept





Yes , I agree with you Mr. Edy
ReplyDelete