Industri Pendidikan 4.0 Untuk Menteri Nadiem Anwar Makarim
Selamat anak muda 35 tahun sudah jadi menteri. Memang tepat dunia pendidikan dipegang oleh anak muda untuk mempersiapkan generasi muda menguasai dunia. Ada apa dengan Abad 21 kemudian revolusi indstri 4.0. Ini yang muda yang akan bkerja. Yang muda yang akan menikmatinya. Maka diperlukan tenaga dan pemikiran cemerlang untuk memprediksi masa mendatang. Visioner, bersaing, sanggup menerima tantangan dan berani beresiko itulah asa mengeyam kue keberhasilan mendatang.
Dengan demikian guru jaman sekarang harus berubah. Sudah bukan zamannya lagi guru dengan gagahnya memberikan ilmu atau menstranfer ilmu di depan kelas. Peran guru sudah berkurang bahkan dapat 100% digantikan oleh "Mbah Google". Juga ada yang lebih menarik yaitu "Ruang Guru" Ruang guru lebih menarik dan jelas, dapat diulang-ulang. , Ruang Guru belajar tanpa batasan waktu dan tempat.
Apakah guru masih bertahan? Akan menjadi kasihan guru yang tidak mau mengubah dirinya. Mereka akan ditinggalkan oleh anak didiknya.
Revolusi Industri 4.0
disebut-sebut era inovasi disruptif. Pada dasarnya era ini merupakan era
perubahan yang sangat cepat.
Perkembangan jaman yang luar
biasa membuat pendidikan harus berubah pula.
Menurut Deans for
infact sebuah organisasi yang terdiri dari pendidik senior dan pengkader
pendidik-pendidik baru ada 5 prinsipdi era disruptif:
- Keluar dari zona nyaman
- Bekerja dengan target
- Fokus memberikan aktivitas yang bermakna dan berdampak
- Meneriman dan memberikan feedback berkualitas
- Membentuk mental model seorang expert
Ini menjadi pekerjaan
rumah kita untuk menyongsong dunia pendidikan penuh dengan inovasidan kreasi dan ilmu teknologi. Maka cocok juga Presiden kita memilih Nadiem
Anwar Makarim untuk menjadi
menteri pendidikan. Diharapkan Indonesia tidak ketinggalan negara lain. Menteri
kita pasti akan bicara masa depan. Menteri kita pasti akan mempersiapkan Generasi
mendatang yang dapat berbicara dan menguasai zaman yang akan datang.
Sesuai dengan Quote yang terkenal dari Ali bin Abi Thalib, RA
adalah:
“Didiklah
anakmu sesuai dengan jamannya, Karena mereka hidup bukan di jamanmu”.
Dari quote ini saja
ternyata dalam Islam juga diajarkan untuk mendidik anak sesuai zamanya, tidak
otoriter sesuai yang dianut oleh orang tua zaman dahulu, perlu penyesuaian di
sana-sini.
Dengan demikian guru jaman sekarang harus berubah. Sudah bukan zamannya lagi guru dengan gagahnya memberikan ilmu atau menstranfer ilmu di depan kelas. Peran guru sudah berkurang bahkan dapat 100% digantikan oleh "Mbah Google". Juga ada yang lebih menarik yaitu "Ruang Guru" Ruang guru lebih menarik dan jelas, dapat diulang-ulang. , Ruang Guru belajar tanpa batasan waktu dan tempat.
Apakah guru masih bertahan? Akan menjadi kasihan guru yang tidak mau mengubah dirinya. Mereka akan ditinggalkan oleh anak didiknya.
Tidak hanya itu, bahkan yang namanya BimBel juga
akan punah. Bimbel harus bayar mahal.Rata-rata merogoh kocek sampai 5 juta. Bimbel harus datang ke tempat.
Pokoknya penuh dengan aturan. Maka Bimbelpun harus siap-siap untuk ditinggalkan penggemarnya. Hanya dengan berkreasi
dan berinovasi itu bimbel dapat bertahan.
Salah satu tanggung jawab yang harus diberikan guru atas anak didik adalah pola asuh yang tepat
untuk membantu pembentukan karakter anak. Hal ini sesuai dengan konsep islam
yang tercantum dalam Hadist yang diriwayatkan Abu Hurairah R.A “Rosululloh SAW
bersabda: ”Barang siapa tidak mengasihi (anaknya), maka dia tidak akan dikasihi
(anaknya)”. Dalam konteks yang lebih luas, Hadits tersebut dapat diartikan
bahwa apabila kita menginginkan anak yang berkarakter pengasih, maka harus dimulai
dari orangtua, guru yang selalu mengasihi dan menyayangi anak didiknya.
Jadi peran guru yang tidak bisa ditinggalkan adalah membentuk karakter pribadi unggul dan peradaban manusia yang berakhlak mulia.
Jadi peran guru yang tidak bisa ditinggalkan adalah membentuk karakter pribadi unggul dan peradaban manusia yang berakhlak mulia.
Comments
Post a Comment