DAMPAK MENERIMA TUNJANGAN PROFESIONAL GURU TERHADAB DUNIA PENDIDIKAN
Rabu, 02 Desember 2009
LATAR
BELAKANG
Penulis telah merasakan betapa beratnya profesi guru. Sekitar 12
tahun yang lalu (1997) penulis pernah berkata dalam rapat kepada teman guru di
SMPN 2 Parang, bahwa suatu ketika gaji guru akan ditambah. Mengapa penulis berkata demikian? Karena memang
berat tugas guru itu.
Dan saat itu tepatnya hari Kamis tgl, 19 Nopember 2009 mendapat SMS
dari teman di dinas pendidikan bahwa tunjangan profesi guru telah cair, mohon
di cek besuk hari Jumat. Saat itu juga impian itu telah jadi kenyataan.
Mengapa penulis
saat itu berpikiran, bahwa gaji guru pasti akan diperhatikan?
Penulis yang berlatar belakang Ijasah Seni Rupa dan Minor Bahasa
Inggris lebih senang memberikan materi seni dari pada Bahasa Inggris. Namun
akhirnya ketahuan bahwa penulis minornya bahasa Inggris. Langsung penulis
diberi tugas untuk membantu mengajar Bahsa Inggris, sebab saat itu tidak ada
satupun guru yang berlatar belakang Bahas Inggris.
Setelah
mengetahui kondisi siswa yang sangat ketinggalan dalam pelajaran Bahasa
Inggris, penulis memberikan tambahan/less sendiri tanpa komando dari atasan.
Dari situlah
beban itu mulai terasa. Untuk mempersiapkan siswa menhadapi EBTANAS masih
dirasa sangat kurang sekali. Dengan kekurangan tersebut penulis lebih giat lagi
untukmemberikan kiat-kiat bagaimana meraih nilai yang baik ketika EBTANAS.
Saat itu materi
bahasa Inggris masih didominasi oleh materi tenses. Karena tenses menggunakan
rumus sehingga dapat dipastikan para siswa dapat nilai baik apabila menguasai
ciri-ciri khas dan rumusnya. Bukan seperti materi sekarang yang cenderung
pemahaman terhadap wacana, sehingga agak sulit jika vocabulary siswa tidak
banyak.
Ternyata
persiapan dibidang akademis saja belum cukup. Dari sisi lain masih banyak yangv
harus dibenahi. Dari sisi akhlak, kesopanan atau ranah non akademis perlu
mendapat perhatian yang serius.
Setelah ditugas
menjadi wakil kepala sekolah, semakin berat tugas yang harus dipikulnya.
Sebenaarnya menjadi wakasek berjalan biasa mungkin tidak menjadi permasalahan
yang serius. Namun jika menginginkan perubahan akan semakin banyak tantangan
dan rintangan yang menghadang.
Bagaimana
sekolah dapat menjadi tempat yang nyaman bagi penghuninya?
Sejak menjadi guru
di SMPN 2 Parang
Ketika itu
penulis langsung bersyukur, dan teringat ketika 12 tahun yang lalu ketika jadi
wakil kepala sekolah meberikan semangat untuk bekerja tanpa disuruh dan
disiplin tanpa diawasi.
Dampak
a. Guru
b. Peserta Didik
Comments
Post a Comment