Puasa dan Kejujuran



Puasa dan Kejujuran
Oleh: Kepala SMPN 1 Takeran Magetan
            Dalam bulan ramadhan ini kita diwajibkan berpuasa. Puasa adalah hal yang sangat pribadi. Mengapa demikian? Karena hanya Tuhan yang akan mengurusnya. Seperti diriwayatkan oleh Bukhari, 1761 dan Muslim, 1946 dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu berkata, Rasulullah sallallahu’alai wa sallam bersabda, "Allah berfirman, ‘Semua amal anak Adam untuknya kecuali puasa. Ia untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya." (http://islamqa.info/id/ref/-50388).
            Dalam kehidupan sehari-hari kita bisa berpura-pura puasa. Ketika kita puasa, bisa saja kita menyendiri untuk makan dan minum sepuasnya. Jadi orang tidak akan tahu kita puasa atau tidak. Jadi puasa mengajarkan manusia sebuah hal yang sangat luar biasa, yaitu kejujuran. Kita yakin bahwa kita tidak termasuk orang yang berpura-pura. Implementasi kejujuran pada diri sendiri ketika sedang berpuasa pasti sangat dahsyat. Namun mengapa dalam kehidupan sehari-hari yang namanya jujur sangat sulit ditemukan.
            Mari kita petik hikmah kejujuran dalam berpuasa untuk diterapkan pada dunia pendidikan. Pernah kita menanamkan kejujuran dengan dengan membuka kantin kejujuran di sekolah, namun kenyataannya berakhir dengan menyedihkan. Seminggu modal masih utuh tetapi menginjak satu bulan modal semakin mnyusut dan bahkan berkurang terus yang pada akhirnya bangkrut.
Mestinya dunia pendidikan yang nota bene penghasil sumber daya manusia, harus bisa menerapkan kejujuran seperti halnya kalau kita berpuasa pada bulan romadhan ini. Namun hal itu masih sulit dilakukan. Contoh ketika guru malakukan ujian atau ulangan harian, tengah semester dan nasional masih langka kejujuran ditegakkan. Tingkat kejujuran dalam ulangan atau ujian masih dipegang oleh ulangan harian. Apalah artinya “harga diri” kalau  mengorbankan  kejujuran”.

Comments

Popular posts from this blog

PTK

Yahudi ..

GEMA Semesta dari GOTA